nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Fachrul Sebut Radikalisme Ancaman Nyata di Indonesia

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 21 November 2019 13:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132677 menag-fachrul-sebut-radikalisme-ancaman-nyata-di-indonesia-xmOl5j00dh.jpg Menag Fachrul di UIN Malang (foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG - Menteri Agama (Menag) Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengingatkan kembali bahaya akan radikalisme yang tengah melanda Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat mengisi kuliah tamu di Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang, dengan tema 'Meneguhkan Nilai-nilai Keagamaan dan Nasionalisme untuk Dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju', Kamis (21/11/2019).

"Saya tegaskan ancaman radikalisme itu nyata! Pancasila dan kebhinekaan kita tengah mendapat ujian ada pihak yang ingin mengganti dengan ideologi lain," ungkap Fachrul.

 Baca juga: Sebut Faktor Agama Ikut Jadi Penyebab Radikalisme, Begini Cara Fachrul Razi Menangkalnya

Fachrul Razi menambahkan, terdapat beberapa ciri orang yang terpapar paham radikal, yakni pertama merasa paling benar dan toleran, tidak bisa menerima pendapat orang lain yang berbeda.

"Kalau di Alquran Allah itu menciptakan orang berbeda-beda. Perbedaan dan kebhinekaan adalah keniscayaan tidak ada yang benar," lanjutnya.

 Baca juga: Kepala BNPT: Radikalisme Tidak Hanya Menyasar BUMN, Polisi Juga Ada

Kedua, orang yang terpapar radikalisme diidentifikasi menghalalkan cara apapun bahkan memanipulasi agama dan menafsirkan ayat-ayat Alquran sesuai keinginannya

"Orang yang terpapar radikal juga menggunakan cara - cara kekerasan baik verbal maupun tindakan fisik yang diinginkannya, termasuk ujaran kebencian," jelasnya kepada civitas akademi UIN Maliki Malang.

Untuk itu, lanjut Razi, keputusan menteri terkait penangkalan radikalisme dan meningkatkan wawasan kebangsaan itu menjadi suatu kesepakatan bersama yang harus dilakukan.

"Itu sudah kesepakatan bersama kementerian dan itu harus dilakukan. Kita tegas melawan radikalisme, tangkal ekstrimisme," tukasnya. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini