Wanjak Polri Masih Godok Posisi Kabareskrim

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 21 November 2019 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 337 2132672 wanjak-polri-masih-godok-posisi-kabareskrim-4DqUoOrQie.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono mengatakan, perihal posisi Kabareskrim Polri diserahkan kepada Kapolri Jenderal Idham Azis dan Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak).

"Tentunya nanti ada Wanjak dan Pak Kapolri yang akan memutuskan nanti siapa yang akan ditunjuk sebagai Kabareskrim," kata Argo kepada wartawan di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

 Baca juga: Kekosongan Posisi Kabareskrim Harus Segera Diisi

Dalam penunjukan posisi Kabareskrim, kata dia, tentunya akan dilakukan rotasi di lingkungan internal Mabes Polri.

"Tentunya, ini kan rotasi berkaitan dengan yang lain. Jadi tidak hanya satu saja tapi berkaitan dengan pejabat-pejabat yang lain, di situ juga nanti akan ada yang pensiun," sambungnya.

Kata Argo, adapun nama-nama yang berpotensi bakal mengisi posisi Kabareskrim diserahkan kepada pimpinan untuk menyebutnya.

"Terkait nama-nama yang berpotensi, nanti itu pimpinan Polri yang akan menentukan siapa," tutupnya.

 Baca juga: Posisi Kabareskrim Kosong, IPW Minta DPR Panggil Kapolri

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) memprediksi setidaknya ada empat Jenderal Polisi aktif yang digadang-gadang akan menempati posisi bergengsi di Polri tersebut, yaitu Kadiv Propam Irjen Sigit, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi, Deputi Operasi Polri Irjen Sormin, dan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, keempat jenderal itu merupakan figur-figur yang memiliki prestasi masing-masing di tempat tugasnya. Namun, IPW tetap tak ingin mendahului keputusan prerogatif dari Kapolri mengenai penunjukan tersebut.

Namun dalam memilih Kabareskrim yang baru, IPW berharap, Kapolri melihat beberapa aspek. Setidaknya, ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih Kabareskrim yang baru. Pertama, aspek senioritas. Kedua, mencermati dinamika internal.

"Ketiga, figur calon mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang reserse. Keempat, faktor kedekatan dengan ulama," kata Neta kepada Okezone.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini