Istri Terpidana Terorisme Umar Patek Resmi Berstatus WNI

Kamis 21 November 2019 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 337 2132593 istri-terpidana-terorisme-umar-patek-resmi-berstatus-wni-u04m2v4ffg.jpg Gina Gutieres Luceno, istri Umar Patek, menerima surat kewarganegaraan Indonesia dari Kemenkumham. (Foto: Ihya' Ulumuddin/iNews.id)

SIDOARJO – Gina Gutieres Luceno, istri terpidana kasus terorisme Umar Patek alias Abu Syekh, resmi menyandang status warga negara Indonesia (WNI). Penetapan Gina sebagai WNI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-16.AH.10.01 Tahun 2019.

Gina sebelumnya berstatus warga negara Filipina. Pada 1998, Gina dinikahi Umar Patek dan tinggal bersamanya. Tidak hanya berganti kewarganegaraan, Gina juga berganti nama menjadi Ruqayyah binti Husein Luceno.

Baca juga: Kisah Umar Patek: Air Mata Sang Pentolan Jamaah Islamiyah di Bawah Bendera Merah Putih 

Surat kewarganegaraan Gina ini diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius di Lapas Kelas I Surabaya, Jalan Pemasyarakatan Nomor 1, Macan Mati, Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu 20 November 2019.

Umar Patek bersama istrinya Gina Gutieres Luceno. (Foto: Ihya' Ulumuddin/iNews.id)

Umar Patek bersama istrinya Gina Gutieres Luceno. (Foto: Ihya' Ulumuddin/iNews.id)

Penyerahan disaksikan Kepala Lapas Kelas I Surabaya Tonny Nainggolan. Hadir dalam acara tersebut Wakapolda Jatim Brigjen Djamaludin, Wakapolres Sidoarjo AKBP M Anggi Naulifar Siregar, perwakilan TNI, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Ini 5 Fakta Umar Patek, Narapidana Kasus Terorisme yang Jadi Pengibar Bendera Merah Putih 

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius menjelaskan pengabulan permohonan kewarganegaraan Ruqayyah berdasarkan pertimbangan kemanusiaan serta asas pengakuan dan penghormatan terhadap HAM.

"Diajukan sejak 2,5 tahun lalu atas permintaan Umar Patek kepada saya. Saya langsung proses dan SK-nya diberikan langsung oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum ke ruangan saya," terang Suhardi, seperti dinukil dari iNews.id, Kamis (21/11/2019).

Ia mengatakan, selama dalam masa tahanan, Umar Patek dianggap berkelakuan baik dan banyak membantu pemerintah. Bahkan saat di lapas juga pernah menjadi komandan upacara bendera saat perayaan HUT RI.

Baca juga: Kibarkan Bendera Merah Putih, Umar Patek Terlihat Gembira 

Sebagaimana diketahui, pada Juni 2012, Umar Patek divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam perkara tindak pidana terorisme.

Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, pada akhir Januari 2011. Selain melakukan teror bom di Indonesia, Umar Patek terlibat rangkaian teror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Baca juga: Ketika Napi Teroris Khidmat Ikuti Upacara Mengenang Pahlawan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini