nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 21 November: Ledakan di Puerto Riko hingga Hari Televisi Sedunia

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132474 peristiwa-21-november-ledakan-di-puerto-riko-hingga-peringatan-hari-televisi-sedunia-rTnNZJUUr3.jpg Ilustrasi Ledakan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berbagai momen penting dan bersejarah di seluruh belahan dunia terjadi pada tanggal 21 November seperti ledakan di Puerto Riko, hingga lahirnya hari televisi se-dunia.

Berikut Okezone mencoba merangkum beberapa peristiwa penting pada hari ini, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org.

1. 1996 - Ledakan Puerto Riko Jadi Bencana Terburuk

Puerto Rico

Sebanyak 33 orang meninggal dunia dan 69 orang mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di sebuah toko sepatu, Humberto Vidal di Rio Piedras, Puerto Riko. Ledakan ini terjadi sekira pukul 08.35 pagi (waktu setempat).

Investigasi NTSB mengemukakan bahwa beberapa orang melaporkan dugaan kebocoran gas di dalam gedung beberapa hari sebelum ledakan. Namun toko ini tidak mempunyai layanan gas, sehingga ada kemungkinan pipa gas adalah penyebabnya. Akhirnya diketahui bahwa pipa yang membawa gas proparana yang lebih berat daripada udara telah rusak.

Beberapa tahun sebelumnya, sebuah pipa air utama telah dipasang, yang membuat pipa tersebut bengkok. Ketika pipa air tersebut telah dipasang, pipa tersebut sudah bengkok, membuat pipa tersebut lebih tertekan. Pipa air utama juga membuat pipa tersebut rusak.

Gas tersebut masuk ke dalam basemen toko dari sekitar dan atas pipa tersebut, membuat bau tak sedap. Namun masalah terbesarnya adalah teknisi perusahaan gas tersebut tidak mendeteksi adanya gas sebelum bencana. Investigator menemukan bahwa lubang yang digali untuk mendeteksi gas hanya sedalam 46cm (1.5 kaki) sedangkan gas tersebut berada 4 kaki dibawahnya, sehingga, tidak dapat dideteksi.

2. 1886 - Lewis A Swift Menemukan Galaksi NGC 35

Tata Surya

Galaksi NGC 35 merupakan galaksi spiral di rasi bintang cetus. Galaksi ini pertama kali ditemukan oleh astronom asal Amerika Serikat (AS) Lewis A Swift pada 21 November 1886.

Galaksi NGC 35 yang masuk dalam galaksi spiral ini berarti terdiri dari sebuah piringan bintang-bintang yang berotasi, materi antarbintang, serta sebuah tonjolan pusat yang terdiri dari bintang-bintang tua.

Selain itu, terdapat lengan-lengan spiral terang yang menjulur dari tonjolan pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble, galaksi spiral digolongkan sebagai tipe S, diikuti sebuah huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari tonjolan pusat.

Galaksi Sa memiliki lengan spiral yang samar dan bergulung rapat, serta tonjolan pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Scmemiliki lengan spiral yang jelas dan melebar serta tonjolan pusat yang relatif kecil. Galaksi spiral dengan lengan yang tidak jelas terkadang disebut galaksi spiral flocculent. Sedang galaksi dengan lengan yang jelas dan menonjol disebut galaksi spiral grand design.

3. 1998 - Hari Televisi Se-dunia.

Televisi

21 November diperingati sebagai hari televisi se-dunia. Terdapat 11 abstain dalam pengambilan suara mengenai resolusi ini. Dalam mengekspresikan sikap oposisinya, delegasi Jerman berkata bahwa telah ada hari peringatan yang sejenis.

Mulai dari hari pers sedunia, hari telekomunikasi sedunia, dan hari pembangunan informasi sedunia. Televisi hanya satu cara dalam mengakses informasi di mana saat ini sulit diakses di sebagian besar populasi dunia. Bagi mereka yang tidak memiliki akses televisi akan menganggap bahwa hari televisi sedunia adalah hari milik orang kaya.

4. 1916 - Meninggalnya Kaisar Austria Franz Josef I

Kaisar

Franz Josef merupakan kaisar Austria dan raja Bohemia dari tahun 1848 hingga 1916. Ia juga raja Apostolik Hongaria sejak 1867 hingga 1916. Franz merupakan putra pertama dari Franz Karl yang meruoakan saudara Kaisar Ferdinand I. Ia juga kaka dari Maximiliam I dari Meksiko.

Pada usia 13 tahun ia memulai karier sebagai kolonel dalam angkatan bersenjata Austria. Ia menjadi Kaisar Austria saat Ferdinand turun takhta pada akhir Revolusi 1848, pada tanggal 2 Desember 1848. Tahun 1854, Franz Josef menikahi Putri Elizabeth dari Bayern. Putra semata wayang mereka, Putra Mahkota Rudolf, bunuh diri pada tahun 1889.

Saat Perang Dunia I pecah, Austria-Hongaria bersekutu dengan Jerman, tetapi tentara mereka ternyata tidak memiliki persiapan dan peralatan yang memadai. Salah satu penyebabnya adalah sikap Franz Josef yang konservatif. Ia menolak saran agar para tentara mendapatkan persenjataan yang baru. Franz akhirnya meninggal dunia saat berada di usia 86 tahun atau pada 21 November 1916. (edi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini