nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Diminta Jangan Ragu Untuk Tentukan Kabareskrim Baru

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 03:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 21 337 2132472 kapolri-diminta-jangan-ragu-untuk-tentukan-kabareskrim-baru-S22WaSgB8V.jpg Kapolri Idham Azis (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polri masih belum menentukan siapa yang akan mengisi kursi Kabareskrim pasca di tinggal Idham Azis yang kini menjabat sebagai Kapolri. Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar Kapolri tidak ragu dalam menentukan Kabareskrim yang baru.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menilai agar, Idham tegas menggunakan hak prerogratifnya untuk menetapkan Kabareskrim yang baru. Neta menuding bahwa sebenarnya sudah ada nama Kadiv Propam Irjen Sigit yang akan mengisi posisi itu namun masih ragu.

"Kapolri Idham Azis jangan ragu untuk menggunakan hak prerogatifnya dalam menetapkan Kabareskrim yang baru. Jika sudah memilih Kadiv Propam Irjen Sigit sebagai Kabareskrim segera keluarkan TR -nya, sehingga tidak terjadi kebingungan di internal Polri," kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/11/2019).

Idham Azis

Baca juga: Kapolres Kampar Riau Dicopot, Diduga Akibat Ngobrol saat Kapolri Beri Pengarahan

Neta menilai, Korps Bhayangkara itu mengalami kondisi kebingungan di internal padahal Presiden Jokowi dan Kapolri Idham Azis sudah sepakat memilih Sigit sebagai Kabareskrim.

"Informasi yang diperoleh IPW, ada dua ganjalan yang membuat TR Kabareskrim tersebut belum juga dikeluarkan, yakni faktor agama dan Sigit dianggap masih terlalu muda, yakni dari Akpol 1991," paparnya.

Menurut Neta, jika agama menjadi ganjalan sebelumnya juga sudah beberapa kali Kabareskrim dijabat oleh perwira non Muslim dan tidak masalah dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya.

"Begitu juga faktor usia dan faktor angkatan Akpol yang dianggap masih terlalu muda, selama ini juga tidak masalah. Contohnya Dai Bachtiar dan Tito Karnavian saat diangkat sebagai Kapolri juga dianggap masih terlalu muda tapi keduanya tetap bisa bekerja profesional," tambahnya.

"Jadi, tidak ada masalah jika Jokowi dan Idham sudah memilih Sigit menjadi Kabareskrim, segera saja keluarkan TR nya. Justru, jika diambangkan selama 20 hari akan muncul berbagai spekulasi yang bisa mengganggu nilai-nilai Promoter Polri," tutur Neta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini