nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senior Golkar Sebut Kader di Daerah Kehilangan Sosok Pemimpin

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 20 November 2019 20:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2132420 senior-golkar-sebut-kader-di-daerah-kehilangan-sosok-pemimpin-6paf8cOknl.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Senior Partai Golkar, Freddy Latumahina menilai, jika kader Golkar di daerah banyak yang merasakan kehilangan sosok pemimpin, hal itu lantaran suara partai anjlok, konsolidasi pengurus di daerah dengan pusat tidak berjalan baik, partai tidak dijalankan sesuai AD/ART.

"Selam 3 tahun Airlangga pimpin partai, suara turun. Daerah-daerah kehilangan ketokohan Golkar. Jadi bukan hanya di nasional saja. Ini membuat semua orang yang cinta partai bertanya-tanya. Mekanisme tingkat pusat tidak jalan," kata Freddy dalam keterangannya, Rabu (20/11/2019).

Ia pun meyakini jika kader yang betul-betul mencintai Golkar, pasti akan bersuara melihat kondisi partai saat ini. Dia memastikan desakan dari para senior agar Airlangga tidak lagi memimpin Golkar bukan karena masalah pribadi, tapi agar partai ini selamat menjalani agenda politik selanjutnya.

 Baca juga: Bamsoet Didukung 3 Ormas Jadi Caketum Golkar

Diketahui, pada Pileg 2019, suara Partai Golkar berada diperingkat tiga dengan perolehan 17.229.789 suara atau 12,31 persen. Di atasnya ada Partai Gerindra dan PDIP. Padahal saat Pileg 2014, Golkar berhasil meraih 18.432.312 suara atau 14,75 persen.

"Kesimpulan akhirnya, harus ada perubahan, mengganti semuanya dengan orang baru yang sudah terbukti. Siapa dia? Bambang Soesatyo," tegasnya.

Menurut Freddy, Bambang Soesatyo yang sering disapa Bamsoet, salah satu kader yang cukup berprestasi dan layak didukung menjadi ketua umum. Bamsoet punya jejak sangat panjang dalam berorganisasi. Dia juga terbuka dengan semua kalangan.

"Ini tokoh benaran. Dia berhasil memimpin DPR. Selama 2 tahun, semua berjalan dengan baik. Keputusan diambil dengan musyawarah mufakat. Produksi undang-undang berjalan dengan baik," terangnya.

 Baca juga: Peluang Airlangga dan Bamsoet Jelang Munas Golkar Dinilai 50:50

Saat ini, Bamsoet menjabat Ketua MPR. Menurut Freddy, jabatan ini bisa melekat pada Bamsoet bukan karena namanya disodorkan oleh Golkar, tapi lebih karena ketokohan dan prestasinya selama di DPR. Melalui musyawarah mufakat, fraksi-fraksi di MPR setuju Bamsoet sebagai ketua.

"Semua orang melihat prestasi Bamsoet dan akhirnya orang membandingkan, Bamsoet sudah berbuat apa? Airlangga juga sudah berbuat apa?" tegasnya.

Terakhir, Freddy berharap DPD I objektif menilai kondisi Golkar saat ini. Tantangan yang akan dihadapi Golkar ke depan akan semakin berat. Karena itu, Golkar butuh sosok pemimpin yang bisa merangkul semua kader, berjuang bersama meraih suara yang hilang di Pileg 2019. Selain Freddy, tokoh senior Golkar yang mendukung Bamsoet menjadi ketua umum ada M.S. Hidayat, Marzuki Darusman, Pontjo Sutowo, dan Paskah Suzetta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini