nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kedua, 7 Kepala Daerah Tampil di Indonesia Visionary Leader Sesi VI

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 18:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2132360 hari-kedua-7-kepala-daerah-tampil-di-indonesia-visionary-leader-sesi-vi-ElxLHP3PzG.jpg Bupati Palalawan M Harris di IVL sesi IV (Okezone.com/Alif)

JAKARTA – Tujuh kepala daerah tampil dalam ajang Indonesia Visionary Leader (IVL) sesi VI hari kedua di Auditorium Gedung SINDO, Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Rabu (20/11/2019). Mereka memaparkan visi dan programnya untuk memajukan daerah yang dipimpinnya.

Ketujuh kepala daerah itu adalah Wali Kota Solok Zul Elfian, Bupati Pelalawan Muhammad Harris, Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, dan Bupati Aceh Barat Ramli MS.

IVL yang merupakan ajang apresiasi untuk pemimpin daerah berprestasi digelar saban tahun oleh SINDO Media. Tahun ini, temanya ‘Memacu Visi Menuju Kedigdayaan Indonesia”.

Sama seperti di hari pertama, Selasa 19 November kemarin, tujuh kepala daerah yang tampil hari ini mamaparkan visi dan programnya dalam memajukan daerah di depan para panelis.

Panelisnya adalah Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Rektor Universitas Paramadina Jakarta Firmanzah, Ketua Pembina Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Andi Ilham Said, serta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute sekaligus pakar komunikasi politik dari UIN Jakarta Gun Gun Heryanto.

Bupati Palalawan Muhammad Harris saat memaparkan programnya mengaku sudah mencanangkan inovasi baru yakni membuat kawasan teknopolitan di Palalawan, Riau.

“Teknopolitan lebih menekankan pada pembangunan berbasis teknologi yang diharapkan dapat mendorong dan mempercepat perekonomian daerah,” kata Harris.

Konsep kawasan teknopolitan pelalawan adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah seperti industri hilir kelapa sawit.

Menurutnya ini merupakan satu program strategisnya, dari penjabaran visi Inovasi Menuju Pelalawan EMAS (Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera).

Misi pembangunan Pelalawan periode 2016-2021, menurut dia, salah satunya meningkatkan penguatan sistem inovasi untuk mendukung perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Industri sawit di daerah ini terutama di bidang perkebunannya, kata Harris, telah memberikan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Luas perkebunan sawit di Pelalawan yang dikelola masyarakat diklaim 388 hektare.

"Kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan kawasan teknopolitan ini sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini