nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapat dengan Komisi III, Idham Beberkan Perkembangan Kasus Novel Baswedan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 12:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2132167 rapat-dengan-komisi-iii-idham-beberkan-perkembangan-kasus-novel-baswedan-Lu9BPo3IQN.jpg Kapolri Jenderal Idham Azis rapat perdana dengan Komisi III DPR. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, Rabu 20 November 2019, menggelar rapat perdana dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis di Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam rapat tersebut Idham didamping Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto hingga Kabarhakam Komjen Firli Bahuri dan Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal. Kemudian ada juga 34 kapolda yang turut hadir dalam rapat dengan Komisi III DPR ini.

Baca juga: Novel Baswedan Dipolisikan soal Rekayasa Teror Air Keras 

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III DPR Herman Herry. Ia kemudian meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memperkenalkan jajarannya dan disusul dengan pemaparan.

Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

Dalam paparannya, Idham sempat membahas perkembang kasus penyiraman kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Baca juga: Dewi Tanjung Dipolisikan Lantaran Sebut Kasus Novel Baswedan Rekayasa 

Idham mengatakan dalam kasus teror air keras kepada Novel Baswedan, pihaknya sudah bekerja maksimal. Polisi melakukan langkah-langkah yang dianggap memberikan titik terang terkait pelaku teror tersebut.

"Dalam penanganan kasus penyiraman air keras korban saudara Novel Baswedan, Polri sudah bekerja secara maksimal melaksanakan langkah-langkah penyidikan," ungkap Idham, Rabu (20/11/2019).

Ia menerangkan, Polri juga telah melakukan koordinasi dengan pihak eksternal untuk mengungkap teror penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Sebut saja dengan KPK sendiri, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ombudsman, pakar-pakar professional, hingga Kepolisian Australia (Australia Federal Police/AFP).

Sementara tindakan yang telah dilaksanan penyidik Polri antara lain melakukan pemeriksaan kepada 73 saksi, pemeriksaan 78 kamera CCTV, dan berkoordinasi dengan AFP guna menganalisis rekaman video di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Soal Pengungkapan Teror Air Keras, Novel Baswedan: Pak Jokowi Sudah 3 Kali Kasih Deadline 

"Kemudian pemeriksaan daftar tamu hotel serta kontrakan dan kamar kos sekitar TKP. Pemeriksaan terhadap 114 toko kimia yang berada di radius 1 kilometer dari TKP," terang Idham.

Jenderal bintang empat ini menjelaskan, Polri juga sudah membuat rekonstruksi wajah pelaku dan disebar ke masyarakat. Setelah itu, sempat melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, namun hasilnya tidak terbukti terlibat.

Baca juga: Haris Azhar: Jokowi Tidak Punya Keberanian Selesaikan Kasus Novel Baswedan 

Selanjutnya, ucap Idham, berdasarkan rekomendasi Komnas HAM, Polri sudah membentuk tim pakar dan tim pencari fakta yang terdiri dari tujuh akademisi ihwal mencari titik terang siapa pelaku teror tersebut.

"Serta membentuk tim teknis yang telah berkooridinasi dengan KBRI Singapura untuk memeriksa riwayat kesehatan korban dan melakukan pendalaman dari sketsa pelaku dengan 282 data yang kita dapatkan dari Disdukcapil," ujar Idham.

Dengan begitu, Idham pun menegaskan Polri akan terus bekerja keras mengungkap pelaku teror penyiraman air keras kepada Novel Baswedan melalui langkah-langkah yang dilakukan.

"Selanjutnya Polri akan terus melakukan pencarian kepada pelaku, serta akan memberikan akses seluas-luasnya dari KPK untuk melakukan verifikasi akses penyidikan yang dilakukan oleh Polri," tegas Idham.

Baca juga: Nasibmu Novel Baswedan: Disiram Air Keras, Dituding Taliban hingga Dilapor ke Polisi 

Novel Baswedan. (Foto: Dok Okezone)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini