Mahfud MD Sebut Veronica Koman Ingkar Janji Kembali ke Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 20 November 2019 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 20 337 2132098 mahfud-md-sebut-veronica-koman-ingkar-janji-kembali-ke-indonesia-4xMgN2RTu5.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut Veronica Koman telah ingkar janji kembali ke Indonesia sebagai penerima beasiswa sekolah di Australia.

"Veronica Koman itu warga negara Indonesia (WNI) yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Australia, dan mengingkari janji untuk kembali ke Indonesia sebagai penerima ikatan beasiswa. Itu saja," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa 19 November 2019 malam.

Baca juga: Buru Veronica Koman, Polisi Kirim Surat Permintaan Red Notice ke Interpol 

Ia menyatakan sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Australia perihal Veronica Koman. Mahfud menyebut Veronica harus bertanggung jawab dengan urusannya di Tanah Air. Tetapi, dia tidak menyebut secara spesifik perkara apa yang dimaksud.

Veronica Koman berpidato pada acara Sir Ronald Wilson Human Rights Award. (Foto: Facebook Veronica Koman)

"Saya sudah katakan juga ke Pemerintah Australia. Kalau kami bicara Veronica Koman bukan karena dia berbicara lantang di negara Anda, tapi ini soal hukum kami, hak hukum kami. Dia harus bertanggung jawab. Kan begitu," jelas Mahfud.

Baca juga: Veronica Koman Masih Aktif Unggah Video Kerusuhan Papua Meski Berstatus Buron 

Sebagaimana diketahui, aktivis hak asasi manusia (HAM) Veronica Koman telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan provokasi kasus penyerbuan asrama mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pengacara publik yang kerap mengadvokasi kasus pelanggaran HAM itu tercatat masih mencuitkan isu konflik Papua di akun media sosial Twitter-nya @VeronicaKoman. Keberadaan Veronica sendiri hingga kini masih dilacak Polri.

Mabes Polri "menggandeng" Interpol untuk memburu Veronica Koman. Veronica disangkakan melanggar Undang-Undang ITE Pasal 160 KUHP hingga UU Nomor 40 Tahun 2004.

Baca juga: Veronica Koman ke Parlemen Australia Jelaskan Situasi Papua 

Meski demikian, penetapan tersangka Veronica Koman menuai kecaman dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang concern terhadap isu-isu HAM. Salah satunya datang dari Amnesty International Indonesia.

NGO besutan Usman Hamid itu menilai penetapan tersangka Veronica Koman merupakan kriminalisasi kemerdekaan berpendapat.

Baca juga: Veronica Koman Minta Keluarga Bersabar: Masalah Papua Lebih Besar dari Kita 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini