nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Posisi Kabareskrim Kosong, IPW Minta DPR Panggil Kapolri

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 20 November 2019 10:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2132086 posisi-kabareskrim-kosong-ipw-minta-dpr-panggil-kapolri-d0x88n7JNE.JPG Ketua Presidium IPW Neta S Pane. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Komisi III DPR memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk meminta konfirmasi terkait posisi kepala Bareskrim yang masih kosong. Sudah selama 20 hari posisi belum terisi.

"IPW melihat saat ini terjadi kebingungan di internal Polri karena sudah 20 hari posisi Kabareskrim dibiarkan kosong. Untuk menyelesaikan masalah ini, Komisi III DPR perlu memanggil Kapolri Idham Azis dan mempertanyakan, kenapa posisi kabareskrim dibiarkan kosong selama 20 hari," kata Ketua Presedium IPW Neta S Pane kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Semua Jenderal Polisi Bintang Dua dan Tiga Berpeluang Jadi Kabareskrim 

Bareskrim Polri. (Foto: Dok Okezone)

Ia mendesak Komisi III DPR menggali alasan kenapa sampai sekarang posisi kepala Bareskrim belum diisi.

"Berbagai pertanyaan ini harus digali Komisi III terhadap Kapolri Idham Azis agar kinerja Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tidak terganggu dan tidak terjadi kebingungan yang berkepanjangan di internal Polri," ujar Neta.

Baca juga: Penunjukan Kabareskrim Hak Prerogatif Kapolri Jenderal Idham Azis 

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada dua ganjalan yang membuat telegram rahasia (TR) terkait kepala Bareskrim Polri belum juga dikeluarkan. Pertama, faktor agama; dan kedua, calonnya dianggap masih terlalu muda.

"Padahal selama ini sudah beberapa kali kabareskrim dijabat oleh perwira non-Muslim dan yang bersangkutan tidak masalah dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya. Begitu juga faktor usia dan faktor angkatan Akpol yang dianggap masih terlalu muda, selama ini juga tidak masalah. Contohnya Dai Bachtiar dan Tito Karnavian saat diangkat sebagai Kapolri juga dianggap masih terlalu muda, tapi keduanya tetap bisa bekerja profesional," tuturnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini