nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditemui Partai Berkarya, Pengamat: PKS Butuh Backup Politik

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2132050 ditemui-partai-berkarya-pengamat-pks-butuh-backup-politik-pthDx2XH68.jpg Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menilai pertemuan elite Partai Berkarya dan PKS sebagai langkah positif. Menurut dia, PKS memang membutuhkan dukungan dari partai politik lain sebagai oposisi.

"Jika PKS ingin menggandeng Tommy dan Partai Berkarya-nya menjadi oposisi, itu merupakan langkah positif. Karena PKS memang butuh backup politik dari partai lain," kata Ujang saat berbincang dengan Okezone, Rabu (20/11/2019).

Namun Ujang mengingatkan bahwa Partai Berkarya tidak masuk Parlemen Senayan. Hal itu berarti Partai Berkarya tidak bisa memberikan dorongan langsung dari DPR.

"Harus diingat konsep oposisi itu ada di parlemen. Sedangkan Partai Berkarya tak lolos parlemen," paparnya.

Maka itu, ia melihat pertemuan kedua elite parpol tersebut sebagai upaya PKS yang sedang mencari pertemanan dalam posisinya yang menjadi oposisi terhadap pemerintahan.

PKS

Baca Juga: Nasdem Nilai Pertemuan PKS dan Partai Berkarya Tidak Memengaruhi Apa-Apa

"Jadi ditariknya Partai Berkarya untuk bersama-sama PKS menjadi oposisi. PKS sedang mencari kawan saja. Sedang mencari kekuatan tambahan. Sebab jika hanya PKS yang sudah siap beroposisi sedang partai lain tidak beroposisi nantinya PKS kesulitan," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, elite Partai Berkarya baru saja melangsungkan pertemuan dengan elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pertemuan itu menghasilkan beberapa nota kesepahaman politik.

Berikut ini isi nota kesepahaman politik antara PKS dan Partai Berkarya:

1. Berkomitmen untuk membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat, sesuai amanat reformasi dalam bingkai Pancasila dan UUD NKRI 1945.

2. Menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman komunisme, separatisme, terorisme, radikalisme, dan berbagai ancaman terhadap pertahanan dan keamanan negara, bersama TNI, Polri, masyarakat sipil, serta seluruh komponen bangsa.

3. Memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat dan menolak segala bentuk persekusi, kriminalisasi, serta stigmatisasi terhadap ulama, tokoh agama, dan aktivis.

4. Membangun kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan mendorong gerakan kewirausahaan nasional khususnya bagi para generasi muda serta bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat dan meringankan beban hidup mereka, di antamnya dengan menolak kenaikan iuran BPJS, tarif dasar listrik, harga BBM, dan lain sebagainya.

5. Membuka ruang kerjasama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan memenangkan kompetisi Pilkada 2020 dengan cara bermanabat dan penuh keberkahan. menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, segala bentuk kecurangan serta pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis, serta meminta kepada pemerintah dan aparat untuk menyelenggarakan pilkada yang jujur dan adil. (edi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini