nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengungkap Dugaan "Sisi Gelap" Perkara Surya Anta Cs

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 02:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2132002 mengungkap-dugaan-sisi-gelap-perkara-surya-anta-cs-8GmFYzMBOy.jpg Ilustrasi Penjara (Foto: Ist)

JAKARTA - Tim advokasi aktivis Papua mengungkap sisi gelap penanganan perkara Surya Anta Cs oleh Polda Metro Jaya. Salah satunya adanya dugaan intimidasi yang dialami oleh keluarga para tersangka.

Anggota tim advokasi aktivis Papua, Oky Wiratama, mengatakan pada 25 Oktober 2019, keluarga dari enam tersangka sedang melakukan kunjungan di rumah tahanan Mako Brimob.

Kemudian, keluarga korban dikagetkan oleh tembakan asap dari pihak kepolisian yang mengaku sedang berlatih di Mako Brimob. Selongsong peluru tersebut masuk ke dalam ruang kunjungan dan nyaris mengenai keluarga dari Surya Anta Cs.

"Adanya tembakan asap dari pihak kepolisian yang sedang berlatih di Mako Brimob, Kelapa Dua pada tanggal 25 Oktober 2019 ke dalam ruang kunjungan saat keluarga sedang mengunjungi para tapol (tahanan politik)," kata Oky saat jumpa pers di Gedung LBH Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Tahanan

Baca Juga: Pemburu Tewas Akibat Tertembak Senapan Teman

Oky mengungkapkan bahwa tembakan asap 'salah sasaran' tersebut terjadi berkali-kali dan nyaris mengenai pihak keluarga. Oleh karena itu, tim advokasi meminta agar polisi lebih profesional dalam bekerja sehingga tidak terkesan mengintimidasi.

"Tembakan asap "salah sasaran" tersebut terjadi berkali-kali dan nyaris mengenai pihak keluarga dan para tapol. Kami meminta pihak kepolisian agar lebih profesional dan menggunakan jarak yang aman untuk berlatih sehingga tidak mengintimidasi apalagi mencelakai para tahanan dan keluarga," jelasnya.

Sekadar informasi, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengibaran bendera bintang kejora di depan Istana Negara pada Rabu 28 Agustus 2019. Keenam tersangka itu antara lain Surya Anta, Charles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, Ambrosius Mulait dan Arina Elopere. Mereka sebelumnya ditahan di Mako Brimob dan sekarang sudah dipindahkan ke Rutan Salemba.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini