nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peluang Airlangga dan Bamsoet Jelang Munas Golkar Dinilai 50:50

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 01:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 337 2131992 peluang-airlangga-dan-bamsoet-jelang-munas-golkar-dinilai-50-50-utAoYaG8i6.jpg Bambang Soesatyo dan Airlangga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Situasi Politik Nasional tentunya kan mendapat resonansi situasi Politik Partai Golkar. Sebab, sebagai partai yang besar tentunya Munas partai berlambang pohon beringin itu sangat dinantikan oleh semua hal layak secara umum masyarakat Indonesia dan secara khusus para kader.

"Tentunya suka atau tidak suka dinamika politik di Partai Golkar akan berdampak pada situasi Politik Nasional, artinya bahwa kepastian seorang Ketua Umum Partai Golkar yang baru akan menjadi pasword bagi jejaring sistem politik Nasional dimana kita tahu bersama Golkar adalah Partai yang memainkan ritme Politik Nasional baik terhadap teman koalisi maupun teman oposisi," kata Peneliti Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo, Selasa 19 November 2019.

Menurut dia, secara organisatoris tentunya seorang Ketua Umum Partai Golkar dalam hal ini Airlangga Hatarto harus bertanggung jawab keluar dan ke dalam. Sehingga dari fakta politik dan realitas politik hari ini bisa dikatakan bahwa Airlangga berhasil memimpin Partai Golkar.

"Jadi hampir dipastikan kesuksesakn Bapak Airlangga Hartato adaah kesusksesan semua Kader Partai Golkar. Sehingga saya rasa layak kembali memimpin Partai Golkar, tetapi sepenuhnya hak ini dikembalikan kepada DPD I dan DPD II sebagai peserta Munas dan memiliki hak suara dalam menentukan siapa yang layak, dan masih ada kader-kader Partai Golkar lain yang dianggap DPD I dan DPD II Partai Golkar yang layak untuk menjadi Katua Umum Partai Golkar berikutnya," urainya.

Golkar

Baca Juga: Jelang Munas, Caketum Golkar Harus Door to Door ke Akar Rumput

Saat ditanya, bagaimana kans antara Airlangga yang diprediksi akan bertarung melawan Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Munas Golkar mendatant untuk menjadi ketua umum, Edison menerangkan, soal peluang sebaiknya tidak berandai-andai.

"Ya, kalau ditanyakan peluang, jangan kita mengandai-andai, karena hak sepenuhnya di kembalikan kepada DD I dan DPD II, tetapi menurut pengamatan saya bahwa Bapak Airlangga Hartarto dan Bapak Bambang Soesatyo memiliki peluang yang sama di karenakan masing – masing mempunyai posisi yang strategis dalam tata kelola pemerintahan yang berdampak pada perpolitikan nasional, sehingga bagi saya 50:50 karena kami juga menemukan pergerakan –pergerakan yang senyap yang dilakukan oleh DPD I dan DPD II Partai Golkar seluruh Indonesia dan presentasenya diatas 75% pemilik suara DPD I dan DPD II masih ditemukan bergerak (Swing)," papar dia.

Dia pun meminta publik dan para kader Golkar tak mengaitkan dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang Munas Golkar. Sebab, kata Edison hal itu justru akan mengkerdilkan posisi Presiden Jokowi.

"Saya kira jangan kita menciptakan wacana yang mengkerdilkan Jokowi yang mana hari ini sebagai Presiden Indonesia, apalagi ada menggunakan istilah – istilah Istana. Saya melihat secara pribadi Jokowi punya kedekatan dengan kedua Tokoh ini yaiti Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo," ungkap diam.

"Mari kita memberikan pemebelajaran politik yang baik kepada masyarakat Indonesia, kita tahu persis bahwa Jokowi merupakan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jadi jangan kita opinikan intervensinya ke Partai Golkar, karena bisa mengkerdilkan Jokowi sebagai Pembina Partai Politik dan juga sebagai Kader PDIP serta berdampak terhadap dinamika politik di Partai Golkar. Yakni aklamasi atau demokrasi," pungkas Edison.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini