nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Fakta Terduga Teroris di Pasuruan, Pernah ke Suriah

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 22:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 337 2131959 7-fakta-terduga-teroris-di-pasuruan-pernah-ke-suriah-WmpQv1DrwF.jpg ilustrasi

PASURUAN – Pengamanan seorang terduga teroris oleh Densus 88 Mabes Polri berinisial AD (35) di Bangil, Kabupaten Pasuruan memunculkan sejumlah fakta.

Berikut fakta–fakta dari AD seorang terduga yang diamankan pada Senin siang kemarin.

1. Sering Pindah – Pindah Tempat Tinggal

Sebelum menempati rumah di Jalan Plaosan RT 01 RW 06, Kemaden, Kelurahan Kersikan, Bangil, Kabupaten Pasuruan, AD kerap kali berpindah–pindah domisili.

Ia kerap berpindah – pindah domisili pasca ledakan bom yang terjadi di Surabaya pada Mei 2018 lalu, hingga akhirnya memutuskan membeli rumah di kawasan Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Pasuruan.

Sesuai penuturan Lurah Kersikan, Yusmaniar AD baru menetap di rumah yang dihuninya selama dua bulan.

“Dua bulan ada di sana, dia beli rumah di situ,” ucap Yusmaniar.

Ilustrasi

2. Belum Setor Dokumen Kependudukan ke RT

Meski telah menetap selama dua bulan, AD disebut belum pernah menyerahkan dokumentasi kependudukan secara langsung ke pengurus RT atau RW setempat.

AD hanya menyerahkan fotokopi KTP ke RT, itu pun melalui seseorang perantara yang mencarikan rumahnya saat ini.

“Yang bersangkutan belum menemui saya, dia hanya menyerahkan fotokopi KTP-nya melalui Pak Haji Munir selaku perantara penjual rumah yang ditempatinya,” beber Ketua RW 06 Kelurahan Kersikan, Sukri.

3. Jarang di Rumah Tapi Ramah Kepada Warga

AD tercatat sebagai warga Dusun Pesanggrahan RT 04 RW 02 Kelurahan Gempeng, Bangil. Namun meski tercatat sebagai warga Dusun Pesanggrahan, Kelurahan Gempeng di rumah mertuanya, sejumlah warga mengaku tak mengetahui keberadaan AD.

Namun hal berbeda disebut tetangga AD, Ari yang menyebut ia dan AD kerap bertegur sapa. Bahkan AD kerap kali bercanda mengenai berbagai hal termasuk pekerjaannya. “Saya terakhir kali ganti oli motor, dia yang ngurusin,” ucapnya.

Baca Juga : Mahfud MD Bertemu Parlemen Selandia Baru Bahas Persoalan Papua

4. Bekerja Sebagai Sales

Berdasarkan penuturan tetangga tempat AD berdomisili, diketahui AD (35) bekerja sebagai sales onderdil sepeda motor.

“Orangnya setiap hari kerja, jarang di rumah. Kalau pulang sore, dia kan sales sparepart kendaraan,” ungkap Ari, tetangga AD.

Menurutnya, meski jarang di rumah, AD bila bertemu dirinya sering bercanda dan saling menyapa.

5. Ditangkap Saat Berbelanja di Toko Kelontong

Sebelum mengamankan terduga teroris berinisial AD, Tim Densus 88 Mabes Polri sempat membuntuti aktivitas yang bersangkutan hingga akhirnya mengamankan AD saat berbelanja di sebuah toko kelontong.

Toko tersebut berada di arah jalan masuk menuju Perumahan Taman Permata Indah (TPI) Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji, Pasuruan.

Ilustrasi

6. Sering Ikut Pengajian – Pengajian

Dari informasi yang dihimpun sejumlah orang, AD diketahui kerap mengikuti pengajian – pengajian islami, namun tak diketahui secara pasti apakah kajian islami itu mengadung unsur radikal atau tidak.

“Info warga selama di rumah Gempeng (rumah mertua AD) ia sering ikut pengajian – pengajian, tapi tidak tahu pengajian yang bagaimana,” tutur Lurah Gempeng, Arfian Fachrudin.

7. Pernah Berangkat ke Suriah

AD diketahui sempat berangkat ke Suriah. Namun saat hendak menuju Suriah melalui perbatasan Turki ia digagalkan petugas keamanan Turki.

Alhasil AD pun sempat tertahan di Turki, sebelum akhirnya dikembalikan ke Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini