nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Partai Berkarya Terima Kenyataan Ditinggal Gerindra Masuk Pemerintahan Jokowi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 20:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 19 337 2131941 berkarya-terima-kenyataan-ditinggal-gerindra-masuk-pemerintahan-jokowi-6LhehxXood.jpg Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (Foto: Okezone/Bramantyo)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengaku tak kecewa dengan sikap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merapat ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Tentunya tidak, dalam politik kan kita selalu harus menerima kenyataan yang ada,” kata Tommy saat ditemui di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

Diketahui, pada kontestasi perhelatan Pilpres 2019 Partai Berkarya mengusung capres-cawapres pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Namun, usai Pilpres selesai Gerindra malah merapat ke pemerintahan, dengan duduk di kursi Kabinet.

Baca Juga: Sambangi DPP PKS, Tommy Soeharto Nyetir Sendiri 

Menurut Tommy, permasalahan Pilpres yang lalu sudah selesai. Sehingga, setelah itu semua partai politik koalisi yang tergabung dalam koalisi Indonesia Adil dan Makmur pun bebas menentukan sikapnya.

“Iya kan itu sudah selesai. Karena sudah selesai sehingga berikutnya Gerindra memutuskan ketua umumnya menjadi bagian daripada kabinet yang ada sekarang ini, sebagai menteri pertahanan,” ujarnya.

 Prabowo

Ia pun enggan berkomentar lebih jauh ihwal sikap Gerindra yang sudah menjadi bagian dari pemerintah. Karena itu merupakan hak prerogatif Prabowo Subianto yang bersedia bergabung di pemerintahan Jokowi.

“Kalau mengenai pak Prabowo saya kira itu hak prerogatif beliau sendiri. Jadi harusnya menanyakan ke beliau langsung lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: PAN Menilai Pertemuan Partai Berkarya dan PKS Sesuatu yang Wajar 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini