nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Ada Politik Uang di Munas Golkar

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 20:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 19 337 2131937 tidak-ada-politik-uang-di-munas-golkar-dyEAJItXGs.jpg Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com/Arief Julianto)

JAKARTA - Sejumlah fraksi disebut terus melakukan manuver jelang Munas Golkar yang digelar pada 4-6 Desember 2019 di Jakarta, berbagai. Mereka diduga dari pihak-pihak yang selama ini kecewa dengan aspirasi dari mayoritas DPD 1 Golkar dari berbagai daerah yang mengusung Airlangga Hartarto untuk terpilih kembali secara aklamasi.

Bahkan pengamat politik seperti Pangi Syarwi Chaniago, menyebut jika DPD 1 Golkar sudah “masuk angin”. Ia bahkan menyebut jangan sampai DPD 2 Golkar terjebak manuver dari DPD 1.

Menanggapi tudingan dari Pangi, Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Ahmad Irawan, dengan tegas membantahnya.

“Tidak benar itu pendapat dari Pangi. Dalam mengusulkan dan merekomendasikan untuk kembali memilih Airlangga Hartarto, baik DPD 1 dan Organisasi sayap Golkar sudah melalui proses yang panjang,” kata Ahmad Irawan dalam keterangannya, Selasa (19/11/2019).

Airlangga, Bamsoet, dan Aburizal Bakrie (dok. iNews)

Ia juga yakin, sebelum sampai kesimpulan musyawarah mufakat memilih Airlangga Hartarto, sejumlah rapat pleno atau rapat-rapat pendahuluan di masing-masing DPD 1 yang tentunya melibatkan DPD 2 di wilayahnya sudah dilakukan.

“Jadi tidak kalau ada paksaan atau pengaruh dari DPP ke DPD 1 atau istilah masuk angin itu. Di sini tidak ada politik uang, tidak ada jual beli suara. Memang uang siapa yang mau dibagi-bagi? Justru musyawarah mufakat itu menghilangkan politik uang,” kata Ahmad Irawan.

Berkaca dari pengalaman Munas sebelumnya, dia menyatakan Golkar memang rentan pecah atau berkonflik jika diadakan pemilihan atau kompetisi memilih ketua umum secara terbuka.

“Ini yang harus dihindari. Kalau kita sudah sepakat dan satu suara, untuk apa lagi dibuat pemungutan suara,” Ahmad Irawan.

Soal kinerja Airlangga, dirinya melihat kepemimpinan yang dibangun selama dua tahun di Golkar sangat berhasil.

Baca Juga : Prabowo Jadi Menhan, Titiek Soeharto: Mudah-mudahan Bermanfaat bagi Masyarakat

“Golkar bisa meraih kursi terbanyak kedua, Golkar menang Pilpres. Padahal Golkar sebelumnya diterpa isu-isu korupsi yang dihadapi sejumlah kadernya. Namun Pak Airlangga bisa membawa Golkar lolos dari semua badai politik itu,” ungkap Ahmad Irawan.

Karena itu meminta kepada semua pihak untuk berpikir jernih di Munas nanti demi kepentingan Golkar. “Jangan sampai pecah lagi karena konsekuensinya akan berat buat Golkar,” tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini