nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPW: Ada Rasa Malu dari Polri Terhadap Kecaman Masyarakat soal Polisi Hedon

Debrinata Rizky, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 17:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 337 2131843 ipw-ada-rasa-malu-dari-polri-terhadap-kecaman-masyarakat-soal-polisi-hedon-NNejd5B8MU.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Polri baru saja mengeluarkan instruksi kepada seluruh anggota kepolisian untuk tidak memamerkan kehidupan dan barang-barang mewah di media sosial.

Instruksi ini tertuang dalam surat telegram dengan nomor ST/30/11/HUM/3.4/2019/DIVPROV yang ditandatangani Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo pada 15 November.

"Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Senantiasa menjaga diri menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan internal institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat," demikian sepenggal instruksi tersebut.

Baca Juga: Polisi Dilarang Pamer Barang Mewah di Medsos

Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, dengan gaji yang diterima anggota Polri dari negara, baik jajaran bawah maupun atas, seharusnya mereka tidak bisa hidup mewah.

"Dengan adanya imbauan yang meminta semua anggota Polri harus hidup sederhana ini menunjukkan bahwa ada sebuah keresahan di internal kepolisian terhadap gaya hidup yang tidak wajar dari sebagian besar anggotanya. Selain itu, ada rasa malu yang berkembang di internal Polri terhadap sorotan dan kecaman masyarakat terhadap gaya hidup sebagian besar polisi di negeri ini," imbuhnya.

Ilustrasi

Kecaman dari masyarakat sering didapati IPW baik langsung maupun dari pengaduan. Menurut Neta, IPW sudah mencoba berkordinasi dengan pihak terkait dan menyampaikan aduan masyarakat ini. Namun, tanggapan yang didapat hanya senyum-senyum tanpa arti jelas.

"Efeknya masyarakat sudah kebal dengan suguhan gaya hidup hedon para anggota Polri. Respon yang didapat dari intruksi larangan tersebut baik dari pihak Polri dan masyarakat belum terlihat nyata sampai saat ini," jelasnya.

Neta menambahkan pihaknya hanya bisa memantau perkembangannya saja, meski pihaknya tidak yakin imbauan itu bisa mengubah gaya hidup hedon anggota polisi yang dianggapnya sudah terlanjur mendarah daging.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini