Monumen Ondel-Ondel di Kemayoran Diklaim Karya Anies Baswedan, Bagaimana Faktanya?

Ade Putra, Okezone · Selasa 19 November 2019 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 19 337 2131637 monumen-ondel-ondel-di-kemayoran-diklaim-karya-anies-baswedan-bagaimana-faktanya-qGa5UIFycS.jpg Foto: Ist

AKUN Facebook Eko Saif Reborn menunggah sebuah foto menampilkan dua patung ondel-ondel raksasa yang ada di sebuah bundaran lalu lintas.

Eko juga menambahkan narasi sebagai berikut: "Monumen Ondel-Ondel di Kemayoran, sebuah kreasi anak bangsa bernama Anies Baswedan." Kini, postingan Eko sudah dibagikan 25 kali saat tangkapan layar diambil, Selasa (19/11/2019).

Berdasarkan hasil penelusuran terhadap foto yang diunggah Eko itu, ditemukan fakta bahwa dua patung raksasa yang ada di foto itu memang benar adalah patung ondel-ondel raksasa yang merupakan ikon kebudayaan Betawi dipasang di kawasan eks bandara, Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Namun, narasi "sebuah kreasi anak bangsa bernama Anies Baswedan" tidak benar. Karena patung ini didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK) dengan melibatkan sejumlah seniman dan budayawan pada Desember 2013 dan diresmikan pada 17 Januari 2014. Seperti dalam beberapa pemberitaan di media mainstreem yang ada.

Foto Patung Ondel-Ondel

Sementara, Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan baru dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Senin 16 Oktober 2017.

Jul Hendri, salah seorang seniman, mengatakan dua patung ondel-ondel yang terbuat fiber tersebut, didirikan oleh Pusat Pengelolah Komplek Kemayoran (PPKK). “Untuk satu patungnya memiliki berat 1,5 ton dan tingginya 9,5 meter,” terangnya.

Peresmian Ondel-ondel sebagai ikon Kemayoran dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2014. Ondel-ondel raksasa tersebut berukuran tinggi 9 meter dan berdiri di atas pondasi setinggi 4 meter, sehingga keseluruhannya mencapai tinggi 13 meter.

Hal ini membuat Ondel-ondel Kemayoran dinobatkan sebagai Ondel-ondel terbesar yang pernah ada di Indonesia dan memenangkan rekor MURI.

Syarief Ramaputra, seorang relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan, postingan yang dibagikan akun Eko itu adalah konten yang salah. "Dimana ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah," jelas Syarief dalam ulasan periksa faktanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini