nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Cecar Anak Menkumham soal Keterlibatan Perusahaannya dalam Proyek di Medan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 18 November 2019 16:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 18 337 2131333 kpk-cecar-anak-menkumham-soal-keterlibatan-perusahaannya-dalam-proyek-di-medan-twNc8HLSzz.jpg

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi anak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly, Yamitema Laoly, terkait keterlibatan perusahaannya dalam pengerjaan proyek di Dinas PUPR Kota Medan. Diduga, perusahaan Yamitema terlibat dalam pengerjaan proyek di Dinas PUPR Medan yang kini berujung rasuah.

Hal tersebut terungkap dari pemeriksaan Yamitema hari ini. Sedianya, Yamitema diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menyeret Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin untuk proses penyidikan Kadis PUPR nonaktif Medan, Isa Ansyari.

"Saksi Yamitema Laoly diklarifikasi terkait proyek di Dinas PUPR Kota Medan yang pernah dikerjakan perusahaannya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (18/11/2019).

Anak Menkumham Yasonna Laoly, Yamitema Laoly. (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Yamitema rampung diperiksa penyidik pada sore hari ini. Ia mengaku diperiksa untuk proses penyidikan tiga tersangka sekaligus, yaitu Tengku Dzulmi Eldin, Isa Ansyari, dan Syamsul Fitri Siregar.

Yamitema mengakui banyak ditanya penyidik soal pekerjaannya di Medan. Namun, ia membantah diklarifikasi penyidik soal keikutsertaan perusahaannya dalam sebuah proyek di Dinas PUPR Kota Medan.

"Ditanya macam-macam bisnis apa, kerja apa gitu aja. Enggak ada, Enggak ada pernah (ikut proyek-red). Enggak ada, enggak ada sama sekali," klaim Yamitema di pelataran Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu ‎ Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.


Baca Juga : Sempat Mangkir, Anak Menkumham Penuhi Panggilan KPK Terkait Suap Wali Kota Medan

Tak hanya itu, Dzulmi diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.


Baca Juga : KPK Periksa 14 Pejabat Pemkot Medan di Kantor BPKP Sumut

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini