Di Persidangan, Dirut AP II Sebut Tak Pernah Arahkan Pemenang Pekerjaan Proyek

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 18 November 2019 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 18 337 2131322 di-persidangan-dirut-ap-ii-sebut-tak-pernah-arahkan-pemenang-pekerjaan-proyek-rBMrGTcg3s.jpg Sidang dugaan suap pengadaan baggage handling system yang melibatkan PT Angkasa Pura dan PT INTI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/11/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin menegaskan tidak pernah mengarahkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) untuk memenangkan atau mendapatkan tender proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS).

Demikian diungkapkan Muhammad Awaluddin saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) yang melibatkan dua perusahaan BUMN yakni, PT Angkasa Pura (PT AP) dan PT INTI untuk terdakwa Andi Nur Taswin.

"Saya tidak pada porsi menambahkan karena itu tim teknis," kata Awaluddin saat bersaksi untuk terdakwa Taswin Nur di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/11/2019). 

Meski akhirnya proyek BHS dibatalkan, Awaludin mengklaim hal ini sepenuhnya dikerjakan Direktur Operasi dan Pelayanan PT AP II, Ituk Herarindri.

"Pada waktu itu memang Bu Ituk membatalkan kontrak, saya akan memutuskan kontrak ini dibatalkan. Karena itu di bawah kewenangan Bu Ituk," ucap Awaluddin.

Sidang dugaan suap pengadaan Baggage Handling System yang melibatkan PT Angkasa Pura dan PT INTI di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/11/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Awaluddin mengaku mengenal sosok Darman Mappangara sejak menjabat sebagai Direksi di Telkom. Namun, ia menyatakan bahwa tidak pernah ada pembahasan dengan Darman soal proyek antar BUMN.

"Tidak ada tidak pernah saya rasa kenal di forum BUMN, lapor proyek tertentu saya rasa tidak," ucap Awal.

Sekadar informasi, Andi Nur Taswin merupakan orang kepercayaan Darman Mappangara. Andi didakwa sebagai pihak perantara uang suap dari mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah Agussalam. Adapun uang yang diberikan sebesar 71 ribu dolar AS dan 96.700 dolar Singapura.

Pemberian uang ditujukan untuk mengupayakan PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS) di Kantor Cabang PT Angkasa Pura II antara PT Angkasa Pura Propertindo dan PT INTI.


Baca Juga : Eks Dirut PT INTI Akui Beri Uang ke Mantan Dirkeu Angkasa Pura II

Atas perbuatannya, Andi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Baca Juga : KPK Periksa 2 Petinggi PT Angkasa Pura Propertindo

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini