Sempat Mangkir, Anak Menkumham Penuhi Panggilan KPK Terkait Suap Wali Kota Medan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 18 November 2019 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 18 337 2131173 sempat-mangkir-anak-menkumham-penuhi-panggilan-kpk-terkait-suap-wali-kota-medan-WbnxfV0NOt.jpg Anak Menkumham Yasonna Laoly, Yamitema T Laoly (kedua kiri), penuhi panggilan pemeriksaan KPK terkait kasus suap wali kota nonaktif Medan, Senin (18/11/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Selain Dzulmi, KPK menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu ‎ Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK

KPK menduga Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Baca Juga : Ini Alasan Mangkirnya Anak Menkumham saat Pemeriksaan di KPK

Tak hanya itu, Dzulmi juga diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp 200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang. (erh)

Baca Juga : KPK Telisik Komunikasi antara Legislator Sumut Akbar Himawan & Wali Kota Medan

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini