nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Sesalkan Pernyataan Sukmawati Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 18 November 2019 07:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 18 337 2131075 mui-sesalkan-pernyataan-sukmawati-bandingkan-nabi-muhammad-dengan-soekarno-FujFatPKLn.jpg Sekjen MUI, Anwar Abbas (foto: istimewa)

JAKARTA - Sekertaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, seharusnya salah satu putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri menghormati sosok baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Alquran.

"Nabi muhammad adalah tokoh panutan umat Islam. Oleh karena itu umat Islam sangat menghormatinya," katan Anwar kepada Okezone, Senin (18/11/2019).

 Baca juga: Sukmawati Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, PKS: Sangat Tidak Bijak!

Menurutnya, jika ada seseorang yang melecehkan Nabi Muhammad seperti pernyataan Sukmawati yang membanding-bandingkan sosok Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno, kemudian membandingkan Alquran dengan Pancasila hal tersebut dikhawatirkan akan memicu kemarahan umat Islam.

"Oleh karena itu kalau ada orang atau pihak-pihak tertentu yang merendahkan dan melecehkannya, maka pasti hal demikian akan memantik kemarahan umat Islam," tutupnya.

Baca juga: PDIP Ingin Kasus Penodaan Agama yang Menjerat Sukmawati Tidak Diperpanjang

Untuk diketahui, dalam video yang beredar di Youtube, dalam sebuah forum, Sukmawati tampak bertanya kepada audiens soal Pancasila dan Alquran serta pertanyaan soal Soekarno dan Nabi Muhammad SAW.

Berikut pernyataan Sukmawati dalam video yang beredar di Youtube:

"Mana yang lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silahkan duduk," ucap Sukmawati.

Laporan tersebut tertuang dalam nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019. Adapun pasal yang disangkakan dengan Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini