nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Sebut Bom Bunuh Diri Medan Adalah Fenomena Agama yang Disalahpahami

Windy Phagta, Okezone · Minggu 17 November 2019 21:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 17 337 2131028 menag-sebut-bom-bunuh-diri-medan-adalah-fenomena-agama-yang-disalahpahami-iO297FfcSb.jpg Menag Fachrul Razi saat mengunjungi Aceh (Foto: Okezone/Windy)

ACEH - Menteri Agama Fachrul Razi , mengatakan bom bunuh diri dan aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama selama ini terjadi merupakan fenomena di mana ajaran agama disalahpahami.

Hal tersebut dinyatakan Fachrul Razi saat menghadiri pertemuan dengan ulama dan ASN Kemenag Aceh yang berlangsung di Gedung Asrama Haji, Banda Aceh, menyinggung peristiwa bom bunuh diri beberapa waktu lalu yang terjadi di Polrestabes Medan.

"Berbagai kejadian, termasuk yang terakhir di Medan adalah fenomena di mana ajaran agama 'disalahpahami' yang berwujud aksi-aksi kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama itu sendiri," ujar Fachrul Razi, Minggu (17/11/2019) sore.

Fachrul menambahkan, Agama adalah perilaku kepada Tuhan dan sesama. Agama adalah akhlak mulia sebagaimana diajarkan oleh Kitab Suci dan para Nabi. Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan untuk menyakiti sesama.

Menag di Aceh (Foto: Okezone/Windy)

"Di sinilah peran para ulama dan tokoh agama dituntut untuk memberikan pencerahan bagi umat. Kementerian Agama, saat ini, terus mendorong kepada seluruh umat beragama agar memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang adil, tawassuth (jalan tengah), tawazun (berimbang), tasamuh (toleransi), dan prinsip-prinsip moderasi beragama lainnya." tambah Menag.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh serta sejumlah ulama karismatik Aceh.

Kemeterian Agama juga sedang giat-giatnya memasarkan pola keberagamaan yang moderat (wasathiyah) kepada dunia internasional agar benar-benar menjadi referensi bagi negara-negara lain tentang harmoninya antara agama dengan demokrasi,

"Sebagaimana kita laksanakan pertemuan ulama-ulama sedunia bersama bapak Presiden di Istana Bogor beberapa waktu lalu. Di belahan dunia kita saksikan banyak negara-negara yang terperangkap oleh sistem keyakinan agama justru untuk saling serang, saling menyakiti, bahkan saling meniadakan (membunuh).", tutur mantan ketua tim Bravo 5 ini.

Kementerian agama juga berencana akan memberikan pembekalan bagi para ustadz dan DAI , dalam hal wawasan dan agar tidak memprovokasi masyarakat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini