nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BSSN Imbau Jangan Berikan Gadget ke Anak Sebelum Waktunya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 17 November 2019 15:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 17 337 2130959 bssn-imbau-jangan-berikan-gedget-ke-anak-sebelum-waktunya-B0ORlG3oOZ.jpg (Foto : Okezone.com/Fakhri)

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) Komjen Pol Dharma Pongrekun mengatakan bahwa media sosial (medsos) telah berhasil merekayasa sistem kehidupan manusia dari dunia maya ke dunia nyata.

"Saat ini kehidupan kita semua direkayasa, di-enginering. Dibikin takut dulu, teroris, hancurnya ekonomi, habisnya sumber daya alam, itu lah cara mereka menakut-nakuti kita," kata Dharma saat memberikan seminar kehidupan sosial 'Bersahabat dan Bijak Menggunakan Media Sosial' yang digagas Perkumpulan Anging Mammiri Jakarta Indonesia (Pamji) di Grand Hwa Yen, Jakarta Barat, Minggu (17/11/2019).

Dharma menerangkan, globalisasi adalah sistem yang dibangun untuk tujuan supra sistem untuk mengubah kondisi sosial dan interaksi di masyarakat. "Supaya manusia begini, jangan lupa hidup kita, jangan pernah andalkan manusia. Jangan harap bisa bermedia sosial dengan bijak, karena ada gelombang. dan ini dibikin supaya kita berantem, tujuannya untuk menghancurkan semuanya," tutur dia.

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Dharma menerangkan, medsos diciptakan pada awalnya untuk menghasilkan uang. Namun, seiring perkembangannya persaingan memperebutkan uang tersebut mengakibatkan orang-orang yang bermedsos itu saling berkelahi. "Polanya sama. ISIS juga by desain. Konten medsos berbahaya ada tim kreatifnya," paparnya.

Dharma pun mengimbau jangan memberi anak gadget sebelum waktunya. Pasalnya, gadget akan membuat sel otak anak menjadi kering karena kreatornya selalu menciptakan orang yang berselancar di dunia maya itu saling berkelahi guna kepentingan mereka yang mencari uang sebanyak-banyaknya.

"Jangan kasih anak gadget, sel otaknya akan kering, dia akan jadi pemberontak, gampang marah, kalau nggak dipuji marah. Banyak diantara kita yang menjadi orang bodoh, nggak ngerti menjadi eror, erornya begini, harusnya dia belok kanan, tiba-tiba dia belok kiri. Bermedsos juga bisa memberkati, tapi bukan cuma bijak aja," imbuhnya.

Ketua Panitia Seminar Kehidupan Sosial Mince Phiter mengatakan, acara digagas oleh kelompoknya guna memberikan pemahaman bagaimana menggunakan media sosial dengan baik.

Menurut dia, kondisi sosial masyarakat saat ini banyak yang berujung pada permusuhan karena tak bijak dalam bermedia sosial. "Sebab dengan tidak dapat menggunakan media sosial dengan baik membuat masyarakat saling membenci. Antarsaudara, sesama tetangga, sesama rekan kerja jadi saling bermusuhan," kata Mince.

Ia mengatakan, Pamji biasanya sering mengatadakam seminar tentang kesehatan dengan mengundang para dokter bila melakukan pertemuan. Namun, lanjut dia, pertemuan kali ini sengaja menghadirkan Wakil Ketua Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) Komjen Pol Dharma Pongrekun agar dapat memberikan pelajaran bagaimana bermedsos dengan bijak.

"Biasanya memanggil dokter kali ini berbeda karena kita harus melihat juga situasi yang berkembang gimana teknologi ini membuat kita enjadi berantakan antara teman, keluarga, sahabat, tetangga," jelasnya.

Dalam memberikan materi, lanjut Mince, Komjen Dharma Pongrekun telah memberikan materi bagaimana anggota Pamji bisa bijak berinteraksi di dunia maya.

Salah satu yang ditekankan Komjen Dharma yakni harus bisa memfilter dengan baik setiap berita yang dibaca di dunia maya itu sebelum dibagikan kepada orang lain.

"Jadi ada efek yang ditimbulkan dengan medsos gambar-gambar hoaks. Ini sesuatu ilmu yang baru pak Dharma berikan kepada kita untuk acara arisan ini mengenai cerdas menggunakan medsos," jelasnya.

Ia berharap agar anggota Pamji yang berusia diatas 50 tahun yang sebagian besar aktifitas waktu digunakan menggunakan media sosial dapat mencari informasi yang benar dan tepat. "Mereka tidak aktif bekerja cuma happy-happy saja tetapi bukan berarti happy-happy negatif tapi mereka happy-happy dengan positif yaitu menggunakan media sosial dengan bijak," tandasnya. (aky)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini