nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejumlah Delegasi Perguruan Tinggi Berkompetisi di NMCC Peradi

Rizka Diputra, Okezone · Minggu 17 November 2019 07:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 17 337 2130870 sejumlah-delegasi-perguruan-tinggi-berkompetisi-di-nmcc-peradi-wdhPhORYXs.jpg Pemaparan kegiatan NMCC Peradi yang dihadiri Ketum DPN Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan (Foto: Peradi)

JAKARTA - Para delegasi dari beberapa universitas dan sekolah tinggi di Indonesia bakal berkompetisi dalam ajang National Moot Court Competition (NMCC) atau kompetisi nasional peradilan semu yang digelar oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Wakil Ketua Panitia NMCC Peradi, Rivai Kusumanegara mengatakan, animo mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai universitas dan sekolah tinggi hukum di Indonesia untuk mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Terdapat 51 perwakilan dari berbagai universitas dan sekolah tinggi hukum di Indonesia mendaftarkan diri.

"Sejak awal kami sudah memperkirakannya, sehingga dibuat babak eliminasi. Animo NMCC ini cukup spektakuler dan jadi penyemangat kami," kata Rivai dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (17/11/2019).

Rivai beserta jajaran DPN Peradi yang sempat melakukan kunjungan ke Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) pada Kamis 14 November 2019 itu menjelaskan, topik hukum tata usaha negara dan sistem pemberkasan e-litigation ini merupakan yang pertama di Indonesia.

"Sistem pemberkasan e-litigation ini, penyerahan berkas dilakukan dengan cara upload pada website yang disediakan Peradi, sehingga efisien dan dapat diakses dari wilayah manapun," ujarnya.

Terdapat 12 delegasi dengan nilai terbaik dinyatakan lolos babak eliminasi yakni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Sebelas Maret, Universitas Hassanudin, Universitas Bandar Lampung, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas Sumatera Utara, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Negeri Semarang.

Rivai menjelaskan belasan delegasi ini nantinya akan mengikuti workshop dengan trainer dari unsur hakim, dosen, dan advokat di 4 kota berbeda. Tujuannya, agar seluruh delegasi memahami praktik peradilan tata usaha negara dan mampu menyajikan simulasi yang baik dalam babak penyisihan maupun babak final yang akan digelar pada Februari 2020.

"Awalnya workshop akan diadakan akhir November ini. Namun karena berbenturan dengan Rakernas Peradi, maka dimulai awal Desember 2019," kata Rivai.

Sementara itu, Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan, menjelaskan, kegiatan NMCC Peradi ini sangat positif untuk membangun pendidikan hukum kepada mahasiswa.

"Selain itu juga bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus untuk menjadi penegak hukum yang profesional, cerdas, dan berintegritas," kata Fauzie.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini