nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Keputusan Strategis PKS Usai Gelar Rakornas 2019

Minggu 17 November 2019 05:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 17 337 2130853 6-keputusan-strategis-pks-usai-gelar-rakornas-2019-4aD8FQjxfR.jpeg Sekjen PKS Mustafa Kamal (foto: Istimewa)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menuntaskan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019. Rapat yang digelar sejak Kamis 14 November 2019 dihadiri unsur Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) dan Pimpinan DPW PKS se-Indonesia.

Sekretaris Jenderal PKS, Mustafa Kamal menerangkan, Rakornas 2019 menghasilkan enam keputusan strategis. Pertama, PKS berkomitmen untuk berjuang di luar pemerintahan dalam mengawasi jalannya kepemimpinan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sikap politik ini, kata dia, dilandasi pemikiran bahwa PKS berkomitmen menjaga etika kepantasan dalam berdemokrasi.

Baca Juga: PKS Dukung Wacana KPU Larang Mantan Napi Koruptur Maju di Pilkada 2020 

“Dengan merawat demokrasi agar tetap sehat dan berjalan di atas rel yang benar dengan memperkuat fungsi checks and balances, serta menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia,” ujar Mustafa Kamal saat membacakan Hasil Rakornas PKS 2019 di Jakarta, Sabtu 16 November 2019, seperti dikutip iNews.

Kedua, PKS berkomitmen memperjuangkan terealisasinya janji-janji politik PKS pada pemilu 2019. Di antara janji-janji itu yakni membebaskan pajak sepeda motor berkapasitas mesin kecil; SIM berlaku sekali seumur hidup, dan membebaskan pajak penghasilan untuk masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp8 juta rupiah.

Kemudian, ada juga komitmen untuk memperjuangkan RUU Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama-Agama, serta; kebijakan publik strategis prioritas lainnya, dan; bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa.

Ketiga, PKS berkomitmen terus menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kamal menjelaskana, tidak ada tempat bagi separatisme, komunisme, radikalisme, terorisme, dan seluruh ideologi yang bertentangan dengan konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Dalam hubungan dengan ini, Partai Keadilan Sejahtera mendeklarasikan Sekolah Cinta Indonesia, yang diperuntukkan bagi Anggota Partai dan Masyarakat Umum, yang diselenggarakan di kantor-kantor partai, dari pusat sampai ke daerah,” urainya.

Keempat, menjadikan Tahun 2020 sebagai Tahun Rekrutmen Anggota Baru Partai secara terbuka kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama PKS di seluruh kantor-kantor PKS di seluruh Indonesia. Mustafa mengungkapkan, PKS berkomitmen untuk menjadi partai pelopor dalam melayani, memberdayakan dan membela kepentingan rakyat Indonesia tanpa membedakan-bedakan latar belakang suku, agama, ras, adat dan pilihan politiknya.

“Rakornas 2019 mengukuhkan PKS sebagai partai kader yang berbasis massa yang terbuka terhadap bergabungnya tokoh-tokoh bangsa dengan membentuk Dewan Pakar dan/atau Dewan Kehormatan dari tingkat pusat sampai dengan kabupaten kota,” kata politikus asal Palembang itu.

Baca Juga: Anies Hadiri Rakornas PKS 2019 di Jakarta

Kelima, PKS berkomitmen memenangkan kompetisi Pilkada 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan, menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, intervensi aparat dan pemerintah, dan segala bentuk kecurangan dan pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis.

“PKS mencanangkan target pemenangan 60 persen Pilkada serentak di 270 kabupaten/kota pada 2020 dan siap bekerjasama dengan seluruh partai politik dan elemen masyarakat guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,” ucapnya.

Keenam, PKS akan memperkuat sistem organisasi partai melalui good party governance untuk mengukuhkan pelayanan kepada rakyat, dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) partai agar memiliki kapasitas, kualitas dan komitmen yang lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini