nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmi Ditahan, Anak Bupati Majalengka Terancam 20 Tahun Penjara

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 12:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 16 337 2130689 resmi-ditahan-anak-bupati-majalengka-terancam-20-tahun-penjara-mmIVMSaVFA.jpg Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono (foto: Fathur/Okezone.com)

MAJALENGKA - Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, pihak kepolisian akhirnya resmi menahan Irfan Nur Alam anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Majalengka, pada Sabtu (16/11/2019). Irfan sendiri menjadi tersangka kasus penembakan seorang kontraktor bernama Panji Pamukasandi.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menjelaskan, Irfan secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 170 Jo Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

"Tersangka dari kemarin sore sudah menjalani pemeriksan. Setelah kita dalami dan kumpulkan alat bukti, yang bersangkutan (Irfan) secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 170 Jo Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," kata Mariyono saat menggelar konfrensi pers, di Mapolres Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019).

 Baca juga: Kasus Penembakan Anak Bupati Majalengka, Polri Diminta Lakukan Penertiban Senpi

Disampaikan Mariyono, pihaknya menyita sejumlah barang bukti dari tangan Irfan yakni satu pucuk senjata api berjenis pistol berkaliber sembilan milimeter, enam butir peluru karet, buku dan kartu izin kepemilikan senjata api serta peluru karet milik Irfan.

"Itu senjata api yang memang legal. Memang dimiliki yang bersangkutan (Irfan), sesuai dengan surat-surat yang tadi saya sebutkan," ujarnya.

Mariyono menyebut, pihaknya memeriksa sekitar 15 orang saksi. Dirinya mengaku, belum ada tersangka baru yang ditetapkan, karena pihaknya masih melakukan pengembangan dan pendalaman terkait kasus tersebut.

"Kita sedang dalam pengembangan. Apakah ada tersangka baru atau tidak, karena korban baru menunjuk Irfan yang melakukan penembakan, " tuturnya.

 Baca juga: Jalani Pemeriksaan Polisi, Anak Bupati Majalengka Kabur dari Wartawan

Sementara itu, pasca penahanan Irfan oleh pihak kepolisian, Koordinator kuasa hukum Irfan bernama Kristiwanto mengaku, pihaknya akan melakukan pengajuan penangguhan penahanan. Ia menilai dengan sikap kliennya yang kooperatif, dirinya mengklaim bisa mengajukan penangguhan penahanan tersebut.

"Klien kami kooperatif. Segera kami akan mengajukan penangguhan penahanan, " ucap dia.

Sekadar informasi, pada Minggu 11 November 2019, sekira pukul 23.30, Irfan Nur Alam anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi yang juga merupakan Pejabat Pemkab Majalengka, melakukan penembakan terhadap seorang kontraktor bernama Panji Pamukasandi. Kejadian tersebut terjadi di Ruko Hana Sakura, Jalan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Peristiwa itu diketahui berawal dari masalah utang pembayaran proyek pembangunan SPBU. Saat itu sebuah pistol berkaliber sembilan milimeter yang dibawa Irfan meletus dan mengenai telapak tangan kiri Panji.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini