nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Penambahan 6 Wamen Dianggap Hanya Bagi-Bagi Jabatan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 09:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 16 337 2130610 wacana-penambahan-6-wamen-dianggap-hanya-bagi-bagi-jabatan-Och5eA1auL.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Instagram/@jokowi)

JAKARTA - Wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menambah enam jabatan Wakil Menteri (Wamen) dalam Kabinet Indonesia Maju dianggap tak tepat.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai adanya wacana penambahan posisi Wamen itu terkesan hanya bagi-bagi jabatan kepada Partai pengusungnya yang belum mendapatkan jatah.

Baca Juga: Jokowi Akan Tambah 6 Wamen, Istana: Baru Rencana, Bisa Berubah

Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Jokowi Beri Lima Arahan Soal RPJMN 

“Tak tepat. Penambahan tersebut hanya bagi kekuasaan dan jabatan bagi partai, orang, atau kelompok orang yang belum kebagian posisi,” kata Ujang saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (16/11/2019).

Ujang pun menyebut jika benar Jokowi menambahkan enak jabatan Wamen tersebut dengan istilrah power sharing guna mengakomodir.

“Ini sangat jelas power sharing. Mengakomodir pihak-pihak yang belum dapat bagian,” paparnya.

Baca Juga: Soal Isu Menambah 6 Wakil Menteri, Jokowi: Belum 

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun telah memastikan bahwa institusinya akan menambah Wakil KSP. Meski demikian, dia menerangkan bahwa rencana penambahan enam Wamen itu masih dalan tahap rencana. Karena itu penambahan enam Wamen bisa saja berubah.

“Ya baru rencana, rencana kan bisa berubaha, namanya juga rencana,” ujar Moeldoko.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini