nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Orang Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 23:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130573 9-orang-berpotensi-jadi-tersangka-kasus-ledakan-bom-di-mapolrestabes-medan-WPMztppvW7.jpg Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto Saat Dimintai Keterangan (foto: Okezone/Wahyudi AS)

MEDAN – Tim gabungan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara, masih terus melakukan penyelidikan terkait pihak-pihak yang terlibat dalam ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu 13 November 2019 kemarin.

Hingga saat ini, setidaknya 14 orang yang patut diduga terkait dengan ledakan bom bunuh diri itu, sudah diperiksa tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Anti-teror Mabes Polri dan Polda Sumut. Di mana 9 di antaranya berpontesi menjadi tersangka.

Baca Juga: Aksi Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Dinilai karena Dendam ke Polri 

Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Sumut (foto: Ist)

“Intinya dari kejadian kemarin, kita sudah periksa 13-14 orang dan yang berpotensi tersangka ada 9 orang. Jumlah ini bisa berkembang, sesuai dengan penyelidikan yang masih dilakukan,” kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto usai menjenguk korban ledakan di RS Bhayangkara Medan, Jumat (15/11/2019) malam.

Saat ditanya keterlibatan 9 orang yang berpotensi menjadi tersangka itu, Agus masih enggan menyebutkannya. Ia berdalih masih dalam tahap penyelidikan.

Begitu pula terkait dugaan kelompok teror yang diduga terlibat dalam ledakan tersebut. Meski mengaku aparatnya terlibat dalam penyelidikan itu, namun Agus meminta masyarakat menunggu keterangan lengkap dari Detasemen Khusus 88 maupun Mabes Polri.

“Soal materi penyelidikan lebih lanjut, nanti biar Densus dan Mabes Polri saja. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ucapnya.

Meski begitu, sambung Agus, pihaknya akan menindaklanjuti kasus terorisme ini sampai tuntas. Itu dilakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Mohon doa restunya,” sambung dia.

Agus lebih lanjut menyatakan, belakangan ini sering dikembangkan isu bahwa penangkapan terduga teroris oleh Polisi, merupakan bagian dari pengalihan isu. Seperti jelang pelantikan Presiden hasil Pemilu 2019, dimana saat itu Polisi berhasil menangkap tiga orang terduga teroris.

“Saat itu isu yang dimunculkan adalah pengalihan isu dan sebagainya. Ternyata ada kejadiakan. Dan beberapa tersangka sudah ditangkap di wilayah kita, dan akan berkembang pada tersangka lain, berdasarkan pada hasil penyelidikan yang dilakukan,”terangnya.

Baca Juga: Pasca-Teror Bom, Gubernur Sumut Ingin Evaluasi Pengamanan Kantor Polisi 

Untuk itu, Agus memohon kepada media untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahwa Polisi bekerja secara profesional. Penangkapan yang dilakukan terhadap terduga teroris bukanlah pengalihan isu. Melainkan karena memang para teroris benar-benar ada di masyarakat.

“Isu apa yang mau kita alihkan. Tidak ada untungnya kita mengalihkan isu. Mereka benar-benar ada di sekeliling kita. Mereka kehilangan rasa kemanusiaan. Hak asasi, hak hidup, sebagai hak dasar manusia, mereka ambil. Korbannya kan tidak melihat siapa. Masyarakat, aparat juga bisa menjadi korban,” tutur dia.

“Ini adalah musuh kita bersama, mari kita rapatkan barisan. Modus mereka adalah tinggal di kontrakan, lalu mengisolasi diri, tidak bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Mohon kepada masyarakat yang melihat tetangganya yang mencurigakan, tolong disampaikan kepada aparat setempat, mulai aparat desa, Polisi, TNI. Mari kita rapatkan barisan, kita perangi bersama,” pungkas Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini