nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tingkatkan Kesehatan & Pendidikan, Kartika Soekarno Blusukan ke Daerah Terpencil

Jum'at 15 November 2019 20:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130526 tingkatkan-kesehatan-pendidikan-kartika-soekarno-blusukan-ke-daerah-terpencil-5BWXe8P2k9.jpg Kartika Soekarno di desa terpencil (foto: ist)

JAKARTA - Putri Presiden Pertama Indonesia Soekarno, Kartika Soekarno mendirikan Yayasan Kartika Soekarno Foundation (KSF), untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan bagi ibu dan anak-anak di daerah pedesaan dan daerah terpencil di Indonesia.

"Kami sudah membantu lebih dari 55.000 anak dalam 20 tahun terakhir, merevitalisasi lebih dari 290 Posyandu dan 230 PAUD, serta melatih lebih dari 1.240 kader posyandu di seluruh wilayah di Indonesia," kata Kartika dalam keterangannya kepada Okezone, Jumat (15/11/2019).

Kata dia, kegiatan KSF didasarkan atas semangat gotong royong, adat istiadat, swadaya masyarakat dan kesukarelaan yang diadopsi secara luas oleh masyarakat desa di Indonesia.

Menurutnya, hampir ¼ dari anak-anak Indonesia mengalami kekurangan gizi dengan 34 persen diantaranya yang terhambat pertumbuhannya. KSF memfokuskan perhatian pada 1.000 hari pertama kehidupan anak karena di usia ini merupakan waktu penting untuk perkembangan otak dan pembentukan sikap anak.

"Penting sekali untuk memperhatikan masa keemasan ini, karena secara ilmiah telah terbukti bahwa hal tersebut memiliki dampak langsung pada masa dewasa. Mustahil untuk memulihkan kembali potensi pertumbuhan dan perkembangan anak yang hilang di kemudian hari. Awal yang baik adalah melalui program pengembangan pendidikan anak usia dini yang penting sekali untuk produktivitas generasi masa depan," sambungnya.

 Kartika Soekarno

Kata Kartika, KSF membantu menyediakan pelatihan guru-kader, peralatan penunjang posyandu, alat permainan edukatif (APE), dan buku kesehatan ibu/anak. Lalu setelah pelatihan selesai, para kader diberikan seragam KSF untuk membantu meningkatkan dedikasi, kebanggaan, dan integritas, selaras dengan prinsip gotong royong masyarakat.

Perlu diketahui sebelumnya, KSF telah bekerja dengan Kedutaan Besar Norwegia, Selandia Baru, Jepang, dan Australia, serta telah menerima dana hibah dari Selandia Baru dan Jepang beberapa kali. Lalu, KSF telah bekerja di 11 kota di Solok, Jakarta-Pusat, Kebumen, Blitar, Trenggalek, Gresik, Surabaya, Banyuwangi, Gianyar, Sumba Barat dan Sumbawa.

Visi KSF adalah bekerjasama dengan lebih banyak kabupaten dan memperluas kemitraannya. Di tahun 2020, beberapa acara akan berlangsung diantaranya: Pameran Kegiatan KSF, Gala Dinner KSF bersama Auguste Soesastro dan Warwick Purser’, serta upacara serah terima hibah Jepang di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Kartika, KSF mencari kabupaten yang jujur dan pekerja keras, membentuk kerjasama strategis dengan politisi, seperti Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Bapak Azwar Anas, Bupati Gianyar Bapak I Made Agus Mahayastra, dan dengan Bapak Djarot Saiful. KSF telah bekerjasama dengan Bapak Djarot saat Beliau menjabat sebagai Walikota Blitar dan Wakil Gubernur Jakarta.

"Pendekatan KSF dalam bekerja sama berdampingan dengan pemerintah daerah semakin memperkuat strategi bottom-up KSF," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini