nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panglima TNI Tutup Gebyar Karya Pertiwi & Military Attache Spouses Culture 2019

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 22:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130519 panglima-tni-tutup-gebyar-karya-pertiwi-military-attache-spouses-culture-2019-LBz6Usho6U.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menutup acara Gebyar Karya Pertiwi & Military Attache Spouses Culture 2019 di Balai Kartini, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2019).

Hadi bersyukur acara yang berlangsung selama tiga hari itu berlangsung sukses. Kegiatan ini, lanjut dia, diharapkan bisa menjadi acara tahunan yang akan berlangsung setiap tahun.

"Insya Allah tahunan, dan tahun depan, tahun 2020 juga Insya Allah akan kita laksanakan kembali," ujar Hadi dalam sambutannya.

Hadi menyakini acara Gebyar Karya Pertiwi & Military Attache Spouses Culture 2019 banyak memiliki manfaat. Penutupan acara ini juga dilangsungkan dengan lomba memasak nasi goreng antar atase pertahanan negara-negara sahabat.

Baca Juga:  Panglima TNI Lantik 185 Perwira Prajurit Karier Khusus Kesehatan

Gebyar Karya Pertiwi Foto: Puspen TNI

Selain itu, penutupan acara ini juga menggelar lomba desain dan model sarung paleket yang diikuti Dharma Pertiwi Pusat dan seluruh daerah di Indonesia. Adapun negara sahabat yang turut ikut dalam acara ini Philipina, New Zealand, Korsel, Polandia, Spanyol, Brazil, Kanada, Brunei Darussalam, Thailand, China, Meksiko, Australia, dan Singapura.

"Saya yakin dari kegiatan ini, banyak sekali manfaat yg telah diperoleh, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga wawasan yang luas, tentang kekayaan budaya tanah air dan kebudayaan negara-negara sahabat. Kita tentu bangga bahwa setiap pameran budaya atau pertunjukan kesenian tradisional Indonesia, di luar negeri selalu disambut dengan antusias karena kesenian kita dilandasi dari berbagai nilai-nilai leluhur dan kearifan lokal. Sehingga sangat menarik untuk dipelajari maupun dinikmati," tuturnya.

Baca Juga: Potret Kebersamaan TNI dan Rakyat dalam Balutan TMMD 2019 

Hadi menerangkan bahwa kewajiban bagi setiap prajurit TNI untuk melestarikan budaya Indonesia. Ia pun berharap acara Gebyar Karya Pertiwi & Military Attache Spouses Culture 2019 yang menjajakan hasil kerajinan tangan karya anak bangsa itu bisa mengembangkan ekonomi kreatif.

"Dengan demikian kesejahteraan rakyat juga meningkat, teknologi pemasaran secara digital yang saat ini sedang mengemuka harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para praktisi ekonomi kerakyatan. Kita ingat dan kita ketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta adalah pasar yang sangat potensial," ujarnya.

"Ekonomi kerakyatan adalah kekuatan yang sangat besar yang dapat membuat Indonesia bisa bertahan dari krisis ekonomi. Jumlah penduduk yang besar akan dapat menyerap produksi dalam negeri sebesar apa pun itu dan di situlah sebetulanya kekuatan Indonesia yang dapat mencukupi dirinya sendiri," tambahnya.

Hadi ingin kerajinan tangan dari acara Gebyar Karya Pertiwi & Military Attache Spouses Culture 2019 juga bisa dijajakan secara online. Sehingga, inovasi tersebut bisa membuka pasar baru bagi karya para pertiwi di TNI.

"Di saat itu juga dibutuhkan konsistensi serta peningkatan kualitas dan jaminan mutu sehingga konsumen puas dan akan kembali berbelanja. Kepada seluruh peserta dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini saya ucapkan apresiasi dan terima kasih," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini