nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peradi Pecah Tiga, Rekonsiliasi Dinilai Perlu Dilakukan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 22:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130509 peradi-pecah-tiga-rekonsiliasi-dinilai-perlu-dilakukan-eY7PwjBe8F.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) terpecah menjadi tiga, dengan tiga ketua umum yang berbeda sejak Musyawarah Nasional (Munas) 2015. Hal tersebut sempat membingungkan publik.

Peradi diketahui memiliki tiga ketua umum dengan tiga struktur kepengurusan. Pertama adalah Peradi dengan ketua umum Juniver Girsang dan Sekretaris Jenderal Hasanudin Nasution.

Kedua, Peradi kubu Fauzie Yusuf Hasibuan dan Sekretaris Jenderal Thomas E Tampubolon juga mengklaim pihaknya merupakan Peradi yang sah berdasarkan munas.

Sementara, Peradi pimpinan Luhut M.P. Pangaribuan dengan Sekretaris Jenderal Sugeng Teguh Santoso juga mengklaim kubunya lah yang sah.

Ilustrasi

Ketiga kepengurusan tersebut bahkan sama-sama melakukan pendataan ulang keanggotaaan dan memperpanjang keanggotaan advokat pada 2018, yang mana makin membuat publik bingung.

Melihat kondisi tersebut, Calon Ketua Umum Peradi periode 2020-2025, Ricardo Simanjuntak menjanjikan rekonsiliasi jika terpilih. Menurutnya, advokat merupakan pilar penting dalam negara hukum. Jauh sebelum Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terbentuk, advokat yang menjaga konstitusi, dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, profesi terhormat (officium nobile) ini kemudian ditetapkan pula sebagai penegak hukum.

“Jika terpilih menjadi Ketua Umum Peradi, saya memiliki misi segera menyatukan tiga Peradi melalui Rekonsiliasi Nasional Advokat Indonesia,” kata Ricardo.

Langkah yang disiapkan, lanjut Ricardo, adalah membentuk tim rekonsiliasi untuk menyatukan Peradi yang total anggotanya lebih dari 50 ribu advokat.

Sementara itu, Presiden Harvard Club Indonesia (HCI), Melli Darsa, mendukung Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) berbenah diri jelang pemilihan Ketua Umum periode 2020-2025. Adapun Melli mendukung Ricardo Simanjuntak sebagai calon Ketua Umum Peradi.

Melli menilai, Ricardo yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Peradi, memiliki integritas, daya juang, pemikiran progresif dan matang dalam bertindak. Menurut Melli, Ricardo adalah figur tepat untuk memimpin Peradi sebagai organisasi profesi yang modern dan menjadi wadah bagi advokat muda yang mewakili 80 persen dari seluruh advokat.

“Era digital mengubah paradigma semua industri dan profesi, tak terkecuali profesi hukum. Profesi advokat telah berkembang ke banyak spesialisasi baru. Peradi harus aktif benahi diri jika ingin tetap efektif, inklusif, dan modern,” ujar Melli, melalui pernyataan tertulis kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Peradi

Melli menegaskan, Peradi harus berfondasikan keberagaman dan perbedaan, dan harus meninggalkan budaya lama yang kaku dan eksklusif agar tetap eksis di masa depan.

"Peradi harus bersatu, maju agar tidak tersapu arus waktu. Menjadi organisasi terdepan untuk semua, yang siap menatap masa depan bersama-sama,” ujar Melli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini