nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AJI Kritik Tindakan Represif Polisi Borgol Pemimpin Media di Surabaya

Debrinata Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 20:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130506 aji-kritik-tindakan-represif-polisi-borgol-pemimpin-media-di-surabaya-wGIE5ZPUeA.jpg Unjuk rasa mendesak pengusutan kasus kekerasan terhadap wartawan di depan Kemenko Polhukam, Jakarta (Dede/Okezone)

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya menyayangkan sikap kepolisian yang "mengamankan" dengan memborogol Pemimpin Redaksi Harian Duta Masyarakat, M. Kayis saat mencoba menghalangi eksekusi Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Timur, Surayabaya, Jawa Timur, Rabu 13 November 2019.

AJI menilai apa yang dilakukan Kayis tidak lebih untuk melindungi kinerja jurnalistik Duta Masyarakat yang berada di Gedung Astranawa.

“Seharusnya, aparat yang bertugas memahami hal itu dan tidak melakukan hal yang berlebihan dengan memborgolnya. Pemborgolan yang dilakukan aparat menunjukkan sikap represif kepada Kayis baik sebagai jurnalis maupun masyarakat,” kata Ketua AJI Surabaya Miftah Faridl dalam keterangannya kepada media, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, dengan tidak terbitnya Duta Masyarakat dalam waktu yang tidak ditentukan membuat masyarakat kehilangan hak untuk informasi.

 Ilustrasi

Kronologi kejadian berawal dari Kayis yang meminta aparat untuk tidak melakukan eksekusi terhadap kantor Duta Masyarakat yang satu kompleks dengan Astranawa.

Selama dua jam, Kayis diamankan di Polwiltabes Surabaya dan akhir dipindahkan ke Polsek Gayungan. Saat di Polsek Gayungan, Kayis sempat meminta izin untuk mengamankan komputer dan sistem jaringan yang ada di kantor Duta.

Kayis meminta izin, karena memindahkan jaringan internal di kantor Duta tak mudah. Imbasnya, Duta Masyarakat tidak bisa terbit dalam waktu yang tidak ditentukan.

AJI Surabaya menuntut kepolisian meminta maaf atas tindakan yang berlebihan dengan memborgol Kayis. “Meminta kepada Kapolrestabes Surabaya untuk menindak anggotanya yang bersikap secara berlebihan dalam menangani peristiwa eksekusi Gedung Astranawa,” ujar Miftah.

 Ilustrasi

AJI meminta kepada siapapun untuk menjaga marwah kebebasan pers, demi jaminan hak informasi publik.

“AJI Surabaya bersolidaritas kepada seluruh awak Duta Masyarakat yang sampai saat ini berusaha memulihkan kembali aktivitas keredaksiannya.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini