nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Masih "Hujan Es", Perkiraan Puncak Musim Penghujan di Februari 2020

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 12:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130497 jakarta-masih-hujan-es-perkiraan-puncak-musim-penghujan-di-februari-2020-MYcLl8bKse.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kalau musim hujan pada 2019 akan mulai berlangsung pada November dan Desember. Adapun untuk puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2020.

Sedangkan untuk dari awal bulan November, BMKG memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki peralihan cuaca atau musim pancaroba.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir. BMKG pun memperkirakan tingkat potensi banjir pada bulan Desember 2019 yang tinggi terdapat di Aceh, Bangka Belitung, dan Papua.

Adapun pada Januari 2020, tingkat potensi banjir yang tinggi diperkirakan terdapat di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua.

Lipsus Banjir Jakarta (Foto: Okezone)

Sementara untuk Februari 2020, tingkat potensi banjir uang tinggi diprediksi oleh BMKG terdapat di Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua.

Untuk wilayah Jakarta yang kerap disebut wilayah langganan banjir, pada Desember 2019 dan Januari 2020 tingkat potensi banjir masih tergolong rendah. Sementara untuk Februari 2020, Jakarta akan tingkat potensi banjir masuk golongan menengah.

Kepada Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Harry Tirto Djatmiko menyebutkan kalau hingga saat ini wilayah Jakarta masih memasuki masa pancaroba

“Namun demikian secara bertahap sejak awal November sudah ada potensi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan yang belum rutin, dan belum merata (sporadis),” ucap Harry kepada Okezone.

Lebih lanjut, Harry menjelaskan pada musim pancaroba sekarang ini potensi hujan bisa dimungkinkan terjadi sangat lebat, dan juga disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat.

“Untuk hujan lebatnya itu sendiri dapat dimungkinkan hujan sangat lebat dan bahkan masih berupa partikel es (hujan es),” tambahnya.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi datangnya banjir, BMKG mengimbau kepada masyarakat melakukan pengecekan dan pembersihan terhadap saluran air atau drainase, terutama di wilayah-wilayah di dekat kali atau sungai.

"Kewaspadaan longsor, terutama wilayah-wilayah yang berada di daerah dengan tingkat bergerakan tanahnya tinggi seperti perbukitan, lereng-lereng, dan pegunungan," lanjut Harry.

"Bagi masyarakat yang sedang berkendara baik beroda dua, maupun lebih, waspada jalan licin, dan jarak pandang yang terbatas dihimbau untuk berlindung di bangunan yang kuat, dan kokoh, tidak disarankan berlindung di bawah pohon," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini