nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin Kumpulkan Menteri dan Kepala BNPT Bahas Strategi Berantas Terorisme

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 17:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130410 ma-ruf-amin-kumpulkan-menteri-dan-kepala-bnpt-bahas-strategi-berantas-terorisme-cwON7Ad47N.jpg Mendagri Tito Karnavian usai rapat dengan Wapres Ma'ruf Amin (Okezone.com/Fahreza)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengumpulkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga untuk membahas strategi komprehensif menghadapi terorisme dan radikalisme di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Pantauan Okezone pertemuan Ma’ruf dengan kabinetnya itu bersifat terutup. Menteri yang hadir antara lain Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi dan Mendagri Tito Karnavian.

Kemudian perwakilan Kemenko Polhukam, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, serta Kepala BNPT Suhardi Alius.

Para menteri dan pimpinan lembaga yang hadir langsung bergegas pergi usai mengikuti rapat. Mereka tidak bersedia memberi keterangan kepada wartawan.

Tito Karnavian yang sempat ingin bergegas lewat pintu samping akhirnya berhasil dicegat awak media dan akhirnya tak bisa mengelak dari pertanyaan wartawan. Mantan Kapolri itu mengatakan rapat tadi membahas strategi menghadapi terorisme dan radikalisme.

 Nadiem Makarim

Mendikbud Nadiem Makarim di Kantor Wapres (Okezone.com/Fahreza)

"Intinya adalah pak Wapres ini meminta masukan sekaligus berdiskusi mengenai pembuatan grand design, strategi yang lebih komprehensif dalam menghadapi khususnya terorisme," kata Tito di lokasi.

Menurut Mantan Kepala Densus 88 Antiteror ini, perlu ada upaya preventif dan penegakkan hukum untuk menghadapi terorisme dan radikalisme. Namun, kata dia, pencegahan terhadap ancaman ini mesti melibatkan banyak pihak agar lebih komprehensif.

"Jadi perlu ada upaya preventif, kemudian upaya penegakan hukum, dan lain-lain. Tapi ini diperlukan kegiatan lintas sektoral bukan hanya satu misalnya kepolisian atau BNPT saja, tapi strategi pencegahannya melibatkan banyak sekali stakeholders baik pemerintah, Kemendikbud, Kemenag, kemudian Kemendagri, Kemensos, banyak sekali," tutur Tito.

"Kemudian berikutnya bagaimana upaya penindakannya apakah perlu penegakan hukum yang keras, apakah perlu bagaimana menghadapi persoalan yang dari luar negeri, yang mereka baru kembali dari daerah-daerah konflik," sambung dia.

Tito mengungkapkan, Ma'ruf memimpin rapat ini karena melibatkan lintas kementerian yang tidak hanya dijangkau oleh Kemenko Polhukam. Misalnya saja dengan Menag dan Mendikbud. Karena itulah, pembahasan ini dikomandoi Wapres Amin.

"Sehingga perlu kordinasi di bawah lintas menko, yang bisa itu mengerjakan itu pak Wapres dan pak Presiden. Pak Wapres saya kira lebih tepat, yang ditunjuk oleh pak Presiden karena pak Presiden kan banyak fokusnya, masalah ekonomi terutama," ujar Tito.

"Sementara masalah terorisme yang lebih banyak berhubungan dengan masalah pemahaman pak Wapres kita adalah ulama besar. Jadi kita duduk bersama, kita pertama kali di bawah kordinasi langsung pak Wapres," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini