nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo: Komunikasi Positif Efektif Tangkal Hoaks

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 17:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130397 kominfo-komunikasi-positif-efektif-tangkal-hoaks-IR6jJdLbgK.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menekankan kepada semua pihak agar menggunakan komunikasi yang positif kepada semua pihak. Indonesia merupakan negara yang multikultur, agama dan etnis sehingga komunikasi yang positif dinilai ampuh menjaga persatuan dan soliditas masyarakat untuk menangkal Suku, ras dan agama (SARA).

"Ini adalah simbol komunikasi masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Komunikasi adalah cara untuk menjaga persatuan, saling toleransi, menjaga solidaritas kehidupan berbangsa," kata Kasubdit Informasi dan Komunikasi Pertahanan dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dikdik Sadaka dalam keterangannya, Jumat (15/11/2019).

Kominfo menggelar deklarasi komunikasi kebangsaan dari titik 0 kilometer Indonesia di Kota Sabang, Aceh, Kamis 14 November 2019. Dalam acara itu, Didik memaparkan bahwa komunikasi positif adalah cara ampuh untuk menagkal berbagai berita bohong (hoax) yang memecah belah persatuan.

Hoaks

Ia pun menilai bahwa tidak akan ada perpecahan dan perselisihan apabila seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke menjalin komunikasi efektif dan positif.

"Hubungan paling penting dalam manusia adalah komunikasi. Melalui komunikasi akan memperkuat persatuan, persaudaraan dan toleransi antar masyarakat," terang dia.

Dia menjelaskan komunikasi harus ada persamaan persepsi dan satu pemahaman. Peran dari para pakar dan praktisi komunikasi di era digital sangat vital dalam membantu mencerdaskan bangsa dalam berkomunikasi yang baik, dan sehat untuk menciptakan persatuan, persaudaraan, serta toleransi di kalangan masyarakat.

Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus mengapresiasi Sabang menjadi tuan rumah deklarasi komunikasi kebangsaan. Sabang menjadi patokan awal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Dari anak SD sampai dewasa, dari Sabang sampai Merauke, harus digerakkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dari kilometer 0 (tugu titik 0) inilah, menjadi simbol persatuan kita sebagai bangsa," ujar dia.

Deklarasi komunikasi kebangsaan dari KM 0 dihadiri ratusan anggota Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia pusat maupun cabang di berbagai daerah. Mereka terdiri dari akademisi, praktisi, dan peneliti di bidang komunikasi dan media, tokoh masyarakat maupun publik (social media influencer), serta praktisi media sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini