Aksi Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Dinilai karena Dendam ke Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 15 November 2019 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 15 337 2130357 aksi-bom-bunuh-diri-polrestabes-medan-dinilai-karena-dendam-ke-polri-7QgcabH4Xs.jpg Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan (foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai bahwa aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, terjadi lantaran dendam kelompok teroris kepada pihak Polri.

"Kami paham, aksi itu adalah pembalasan. Pelaku teror ini marah karena seluruh sel-sel jaringannya banyak ditangkap polisi," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada Okezone, Jumat (15/11/2019).

 Baca juga: Cegah Terorisme, DPR Ingin Polri dan Kemendagri Kerjasama Pasang CCTV di Daerah

Menurut mantan anggota Kompolnas imi, pihaknya menilai aksi bom bunuh diri yang menyasar Polresta Medan murni aksi balas dendam oleh oknum yang terpapar radikalisme.

"Kami datang kesini untuk memberi support dan dukungan kepada Polri. Kami ini datanh mewakili para akademisi yang tergabung dalam Lemkapi," ujar Edi usai melakukan kunjungan ke Polresta Medan.

Disisi lain, Edi juga meyayangkan adanya pernyataan Busyro Muqqodas yang menyebut aktor bom bunuh diri di polresta Medan berasal dari negara seperti yang terjadi pada zanan orde baru.

"Kecurigaan Pak Busyro sangat tidak berdasar dan menyesatkan. Pernyataan tersebut membahayakan," ucap Edi.

 Baca juga: Berkaca Bom Bunuh Diri di Medan, Menhub Ingin Perekrutan Ojol Lebih Terstruktur

Menurut doktor ilmu hukum ini, pihaknya menilai walau aksi teror ini ada yang meledak di polresta medan, bukan berarti polisi tidak kerja dan kecolongan.

"Kita melihat selama ini polri tidak pernah diam dan terus bekerja melskuksn penegakan hukum dan untuk melindungi rakyat. Edi sendiri melihat kinerja Polri dalam penanganan terorisme cukup bagus dan bahkan terbaik di dunia saat ini, termasuk dari Amerika sekalipun," papar Edi.

"Untuk itu, Lemkapi meminta agar memercayakan kepada Polri untuk terus meningkatkan kinerja, memberikan support dan dukungan kepada Polri untuk terus bekerja dalam melayani dan melindungi masyarakat.

"Kita berikan waktu kepada Polri mengungkap kasus ini sampai tuntas," tambah pakar hukum kepolisian pendidikan program pascasarjana Universitas Bhayangkara ini.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini