nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres Ma'ruf Imbau Guru Ngaji Tak Ajarkan Paham Radikal

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130321 wapres-ma-ruf-imbau-guru-ngaji-tak-ajarkan-paham-radikal-6KNx89lUnu.jpg Wapres RI Maruf Amin (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengimbau guru mengaji tidak mengajarkan paham radikal pada muridnya. Hal itu dikatakan Ma'ruf untuk merespons peristiwa bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh Rabbial Muslim Nasution di Mapolrestabes Medan, beberapa waktu lalu.

Rumah yang diduga milik guru mengaji Rabbial Muslim Nasution telah digeledah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Namun saat penggeledahan yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi.

 Baca juga: Ma'ruf Amin Ingin Pemuda Tampil Paling Depan Jaga NKRI dari Radikalisme

Ma'ruf mengatakan, polisi perlu melakukan penyelidikan terhadap guru mengaji terduga pelaku bom Medan. Pasalnya itu dibutuhkan untuk mengetahui sumber radikalisme pelaku.

"Penyelidikan saya kira perlu, sebab kita harus tau ya, sumber terjadinya radikalisme itu dari mana. Oleh karena itu semua kita harus tahu sumber-sumber itu," ucapnya di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

 Baca juga: Ma'ruf Amin: Radikalisme Bukan soal Pakaian, tapi Cara Berpikir dan Bertindak

"Kalau memang sumbernya dari guru ngaji, maka guru ngaji ini harus menjadi perhatian kita, untuk dalam rangka tentu deradikalisasi. Jangan guru ngaji mengajarkan pelajaran-pelajaran atau paham-paham radikal," jelasnya.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini juga berpandangan sertifikasi guru mengaji belum diperlukan saat ini. "Lalu apakah perlu sertifikasi guru ngaji saya kira belum, kita belum memikirkan pentingnya sertifikasi guru ngaji itu ya," tandasnya.

Ma'ruf mengaku belum memikirkan sertifikasi untuk guru mengaji. Yang paling penting, dia mengatakan, jangan sampai ada guru mengaji yang mengajarkan paham radimal kepada muridnya. Guru mengaji mesti mengajarkan ajaran agama yang moderat.

"Jadi kita pada upaya jangan sampai ada guru ngaji yang mengajarkan paham radikal, itu intinya, bukan pada sertifikasinya. Bahwa guru ngaji ini harus mengajarkan ajaran yang moderat, ajaran yang wasathiyah," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini