nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Ahok Jadi Dirut BUMN, PA 212: Jaga Perasaan Umat Biar Negara Kondusif

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 15 337 2130096 tolak-ahok-jadi-dirut-bumn-pa-212-jaga-perasaan-umat-biar-negara-kondusif-Asylz232S4.jpg Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umun Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif turut mengomentari soal Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digadang-gadang akan menjadi direktur utama (dirut) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ia menyayangkan jika kabar tersebut terbukti benar, karena Ahok pernah terjerat kasus hukum. Slamet menyebut masih banyak tokoh yang memiliki perjalanan karir yang baik selain Ahok.

"Apa di Indonesia enggak ada lagi orang yang track record-nya baik, sopan, tidak kasar, tidak terindikasi korupsi?" ucap Slamet Maarif kepada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (14/11/2019).

Lebih lanjut, Slamet pun mempertanyakan apakah masuknya Ahok dalam bursa pimpinan BUMN sebagai salah satu cara Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan jabatan kepada pendukungnya.

Tak hanya itu, bahkan Slamet Maarif mengingatkan Pemerintah untuk menjaga perasaan umat Islam agar Negara tetap kondusif. "Atau bagi bagi kekuasaan untuk menutupi sesuatu? Hati-hati Pak, jaga perasaan umat biar kondusif ini negara," kata dia.

Ahok. (Foto: Koran Sindo)

Tak jauh berbeda dengan Slamet Maarif, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin juga menyinggung masalah Ahok yang sempat dipenjara.

"Nah lalu yang paling penting adalah Ahok kan pernah dipidana, pernah dipenjara, ya sejatinya cari orang yang lainlah, yang bagus, yang belum berkasus, bermasalah," ungkap Ujang saat dihubungi Okezone.

"Kita ini kan anak bangsa tidak kekurangan stok yang bagus, orang yang bersih, yang tidak dipidana yang harus diberi ruang. Ini yang menjadi catatan kepada pemerintah. Jangan mengulangi masa lalu, orang-orang yang bermasalah dimasukan untuk mempimpin BUMN atau yang lainnya," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini