KSP Moeldoko Kawal Pembangunan PLTG di Bali

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 14 November 2019 21:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 14 337 2130035 ksp-moeldoko-kawal-pembangunan-pltg-di-bali-qfly42qdhw.jpg Moeldoko (Foto: Okezone)

JAKARTA - Proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) akan dibangun di Desa Celukan Bawang, Buleleng, Bali. PT PLTG Celukan Bawang telah melakukan penandatangan kerja sama investasi dan engineering, procurement and construction contractor dengan Shanghai Electric Group Corp (SEC).

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) PT PTLG Celukan Bawang, Hendrianto dengan Presiden Direktur SEC Yi Xiaorong di hadapan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

"Tadi MoU antara PT PLTG Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group Corp. Nilai investasinya sekitar 1,3 miliar US Dolar di Bali. Ini untuk mengantisipasi kebutuhan Bali di bidang electric city yang semakin meningkat ke depan," kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, Gubernur Bali I Wayan Koster telah mengeluarkan peraturan gubernur agar Bali bersih dari polusi. Sehingga, pembanguanan PLTG menjadi salah satu solusi atas keinginan Pemprov Bali tersebut.

"Nah ini (kerja sama) salah satu solusinya, makanya pakai PLTG. Baru mau akan dibangun," ujar Moeldoko.

Moeldoko

Baca Juga: Bocoran Moeldoko soal Sosok Calon Wakil Panglima TNI

Moeldoko menerangkan, pembangunan PLTG tersebut juga sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin mendatangkan investasi ke Tanah Air.

"PT PLTG Celukan Bawang, Shanghai Electric nanti yang bangun. Nanti begitu selesai yang mengoperasikannya, regulasi aturannya PLN. Presiden Jokowi (Joko Widodo) menginginkan investasi. Nah ini investasi yang lumayan," ucap Moeldoko.

Dirut PT PTLG Celukan Bawang, Hendrianto menjelaskan, proyek PLTG dibangun pada semester I tahun 2020 mendatang. Proyek ini ditargetkan akan selesai tiga tahun kemudian.

Pulau Dewata pun akan mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 350 MW x 2. "Harapan kami, masyarakat bali tidak akan pernah lagi khawatir listrik mereka mati tiba-tiba. Otomatis, sektor pariwisata bali juga akan bisa terus berkembang pesat," kata Hendrianto.

Menurut Hendrianto, Bali akan mengukuhkan status sebagai kawasan yang mandiri untuk urusan kelistrikan. Bali tidak perlu lagi bergantung pasokan listrik dari luar pulau.

Hendrianto menjelaskan, teknologi PLTG nantinya juga terbilang mumpuni yang disebut combined cycle gas turbine plant. Artinya, panas dari gas buang PLTG digunakan untuk menghasilkan uap, sehingga angka pasokan listrik sebesar 350 MW x 2 dapat diupgrade menjadi 440 MW x 2.

"Pembangunan proyek ini juga akan sangat menyerap banyak tenaga kerja, PT PLTG berkomitmen akan lebih memprioitaskan tenga kerja lokal," ujar Hendrianto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini