nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pidato di Rakornas PKS, Anies: Sekarang Lagi Musim Peluk-pelukan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 18:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 14 337 2129937 pidato-di-rakornas-pks-anies-sekarang-lagi-musim-peluk-pelukan-m0XeJcY7Bx.jpg Anies di Rakornas PKS 2019 (Foto: Okezone/Fadel)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut suasana politik terkini sedang berlangsung sejuk. Pasalnya, kini banyak tokoh politik yang sedang menampilkan gimik bermesraan, seperti saling berpelukan. Namun, ia tak menjelaskan secara eksplisit siapa saja politikus itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu saat Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyambangi DPP PKS, di akhir pertemuannya Paloh nampak berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman di depan awak media.

Tak lama berselang berlangsung Kongres Partai NasDem yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengaku cemburu melihat adegan mesra Paloh dengan Sohibul. Merespon hal tersebut, Paloh pun langsung memeluk sang Kepala Negara setelah menyelesaikan pidato dalam agenda kongres tersebut.

Baca Juga: Anies Hadiri Rakornas PKS 2019 di Jakarta

"Karena itu juga, kita melihat PKS sekarang memainkan peran yang cukup penting dalam menjaga persatuan itu. Akhir-akhir ini lagi musim pelukan soalnya. Lagi musim pelukan ini," kata Anies saat berpidato di dalam Rakornas PKS, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut dia, dengan adanya simbolis adegan pelukan itu akan berdampak positif kepada suhu politik di Tanah Air. Sebab, jika para petingginya saja sudah saling berdamai, maka nuansa itu akan mengalir kepada jajaran bawahannya.

Anies Baswedan

"Dan pelukan-pelukan ini punya makna. Nampaknya simbolik. Tapi bila di puncak terjalin hubungan, insyaAllah sampai ke bawahnya, perasaan kebersamaan itu akan bisa terjaga semua. Ini dibutuhkan," ujarnya.

Ia berharap situasi damai seperti ini dapat terus berlanjut selamanya. Sehingga perbedaan pandangan politik tak mengharuskan berujung perpecahan dalam kehidupan.

"Ini satu pesan yang sekarang dititipkan kepada PKS. Bahwa pandangan boleh berbeda, tapi kebersamaan dijaga terus sebagai bangsa. Keutuhan terjaga. Dan harapannya, mudah-mudahan PKS bisa memainkan peran ini dengan sebaik-baiknya," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini