nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Ledakan Bom di Markas Polisi: Cirebon hingga Medan

Debrinata Rizky, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 13:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 337 2129758 deretan-ledakan-bom-di-markas-polisi-cirebon-hingga-medan-76WVvKPzkj.jpg Ilustrasi TKP bom bunuh diri. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Teror ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu 13 November 2019, sekira pukul 08.45 WIB, menggegerkan semua pihak. Pasalnya, pelaku teror dinilai tidak takut lagi menargetkan lokasi-lokasi yang dianggap paling aman, salah satunya markas polisi.

Ledakan bom yang menyasar kantor Korps Bhayangkara ternyata bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya di berbagai daerah juga pernah ada.

Berikut beberapa di antaranya, sebagaimana telah Okezone rangkum, Kamis (14/11/2019):

1. Bom di Masjid Mapolres Cirebon

Ledakan bom terjadi di Masjid Mapolres Cirebon pada Jumat 15 April 2011. Serangan ini melukai 25 orang. Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco turut menjadi korban luka.

Ledakan bom terjadi ketika sebagian besar umat Islam hendak menunaikan ibadah Salat Jumat di sana. ketika imam menuntaskan khutbah dan jamaah bersiap salat, pria yang diduga pelaku peledakan bom masuk ke masjid dan berbaur di antara saf.

Tidak lama usai imam salat mengucapkan takbir, ledakan terjadi. Jamaah yang berada di saf kedua hingga empat berjatuhan dan menderita luka serius. Sementara pelaku langsung tewas dengan kondisi perut terluka.

2. Bom di Mapolres Poso

Bom bunuh diri meledak di Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin 3 Juni 2013. Korban tewas dalam kejadian ini hanya pelaku pengeboman, sementara korban luka seorang pekerja bangunan. Kejadian ini berada di depan Masjid Mapolres Poso.

Pelaku datang ke Mapolres Poso menaiki sepeda motor dan sempat ditegur petugas, namun terus melintas melewati pos penjagaan.

Tidak lama berselang terdengar ledakan kecil. Disusul ledakan besar yang menghancurkan tubuh pelaku.

Beruntung bagian wajah pelaku tidak mengalami kerusakan berarti dan dapat diidentifikasi.

Pelaku diduga menargetkan kerumunan polisi yang sedang berkumpul sehabis apel pagi di Mapolres Poso. Namun sebelum mencapai target, ia sudah meledakkan bom yang menempel di badan.

3. Bom di Mapolres Surakarta

Bom meledak di Mapolres Surakata, Jawa Tengah, pada Selasa 5 Juli 2016. Suara ledakan terdengar keras dari arah seseorang yang menerobos pengamanan sekira pukul 07.40 WIB.

Ledakan terjadi menjelang serah-terima anggota jaga piket. Pelaku terlihat menaiki sepeda motor.

Akibat ledakan, pelaku yang bernama Nur Rohman (31 tahun) tewas di tempat. Sementara anggota provos Bripka Bambang Adi terluka di pelipis dan kaki, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Mawardi.

Pelaku merupakan warga Sangkrah, RT 01 RW 12, Kelurahan Pasar Kliwon, Surakarta. Ia merupakan anggota Jaringan Abu Musyaf. Pelaku diketahui anggota kelompok teroris yang melakukan aksi bom di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016.

4. Bom di Mapolres Surabaya

Teror ledakan bom bunuh diri terjadi di gerbang masuk Markas Polrestabes Surabaya pada Senin 14 Mei 2018, sekira pukul 08.50 WIB.

Pelaku menggunakan motor yang dikendarai seorang pria, perempuan, dan bocah yang duduk di depan.

Dari rekaman kamera CCTV terlihat sebelum motor itu melintas, sebuah minibus memasuki gerbang Mapolrestabes Surabaya dan dilakukan pemeriksaan oleh tiga petugas jaga.

Saat mobil tersebut diperiksa, motor pelaku coba menyalip. Ketika dilakukan pemeriksaan itulah pelaku meledakkan diri.

Ada empat polisi dan enam warga yang berada di lokasi menjadi korban luka. Sedangkan korban tewas berasal dari pelaku berjumlah empat orang.

Ledakan susulan kembali terdengar dari radius 200 meter Mapolrestabes Surabaya, sekira pukul 10.50 WIB. Diduga ledakan itu berasal dari bom yang sebelumnya dibawa pelaku, namun belum diledakkan.

5. Bom di Mapolres Medan

Ledakan teror bom bunuh diri kembali terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu 13 November 2019, sekira pukul 08.45 WIB.

Ledakan itu bersamaan dengan momen masyarakat membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS). Aksi ini menimbulkan kepanikan di sana.

Enam orang terluka akibat ledakan tersebut. Lima anggota Polri dan seorang mahasiswa menjadi korban luka-luka. Kemudian empat kendaraan di sekitar lokasi kejadian menjadi rusak setelah terkena serpihan ledakan.

Polri telah resmi merilis identitas pelaku bom bunuh diri ini. Ia bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN) yang tercatat sebagai pelajar atau mahasiswa.

Dia menggunakan bom pinggang saat melancarkan aksinya. "Ada baterai, pelat besi metal, kemudian ada sejumlah paku, banyak. Ada beberapa irisan kabel, itu akan didalami. Ada potongan tombol switch on-off," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini