nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Anak Krakatau Digoyang 12 Kali Gempa

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 12:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 337 2129727 gunung-anak-krakatau-digoyang-12-kali-gempa-Q2JVrbmn2w.jpeg Gunung Anak Krakatau (Dok BNPB)

JAKARTA – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung mengalami 12 kali gempa sepanjang Rabu 13 November 2019 dengan tingkat aktivitas masih level II atau waspada. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) dalam laporan yang dirilis, Kamis (14/11/2019) menyebutkan, kondisi gunung api setinggi 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) secara visual kini tertutup kabut.

“Melalui CCTV teramati asap putih tipis-tebal tinggi lk 25 - 150 meter dari dasar kawah dan teramati 1x Letusan warna asap putih-tebal tinggi lk 200m. Suhu udara sekitar 26.4-29.4°C. Kelembaban 87-95%,” lapor PVMBG dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM.

Melalui rekaman seismograf pada Rabu kemarin tercatat, Gunung Anak Krakatau dilanda 12 kali gempa. Rinciannya satu gempa letusan, tiga gempa embusan, dua gempa low frequency, satu gempa vulkanik dangkal, empat gempa tektonik lokal dan sekali gempa tektonik jauh.

“Tremor menerus, amplitudo 0,5-5 mm (dominan 1 mm),” tulis PVMBG.Ilustrasi

Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau.

VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit 13 November 2019 pukul 16.50 WIB. Berkaitan dengan erupsi yang teramati melalui CCTV menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu tebal setinggi 200 meter dari dasar kawah. Kolom erupsi bergerak ke arah utara.

Gunung Anak Krakatau terakhir mengalami letusan pada 7 November 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 150 meter. Warna kolom abu teramati putih hingga hitam.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini