nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut PDAM Indramayu Dipanggil KPK soal Suap Pengaturan Proyek

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 10:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 14 337 2129693 dirut-pdam-indramayu-dipanggil-kpk-soal-suap-pengaturan-proyek-n1IFuIbQq9.JPG Bupati Indramayu, Supendi (Foto: Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Indramayu, Tatang Suryadi. Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SP (Supendi, Bupati Indramayu)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Selain Tatang, KPK juga memanggil dua saksi lainnya yakni, Direktur PT Wijaksana Putra Mulya, H Kaswadi dan Direktur PT Rizki Daya Cipta, Rizki Ramadhani. Keduanya juga akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Supendi.

KPK sendiri telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah (OMS); Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta satu pihak swasta Carsa AS (CAS).

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Supendi ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta.

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Supendi total menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5-7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

Supendi, Omarsyah, dan Wempi yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Carsa yang diduga sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini