nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ledakan di Mapolrestabes Medan: Dekat Loket SKCK hingga Bom Pinggang

Debrinata Rizky, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 09:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 14 337 2129657 ledakan-di-mapolrestabes-medan-dekat-loket-skck-hingga-bom-pinggang-EphwCaGKba.jpg TKP ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. (Foto: Ist)

JAKARTA – Peristiwa ledakan bom bunuh diri seperti tidak ada habisnya. Pencegahan agar peristiwa ini tidak terjadi terus digencarkan semua pihak.

Namun pada Rabu 13 November 2019, sekira pukul 08.45 WIB, ledakan bom bunuh diri kembali terjadi. Kali ini menyasar Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ledakan itu bersamaan dengan momen ramainya masyarakat membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk syarat pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Otomatis, teror bom bunuh diri ini membuat kepanikan di sana. Akibatnya, enam orang terluka dalam kejadian tersebut.

Berikut fakta-fakta tentang teror ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, sebagaimana dirangkum Okezone, Kamis (14/11/2019).

1. Ledakan terjadi di dekat loket SKCK

Teror ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan bermula ketika pelaku memasuki area halaman apel. Saat menuju arah utara, pelaku meledakkan diri, tepat di depan kantin dekat loket pengurusan SKCK, hingga melukai enam orang.

Masyarakat yang berada di sekitar loket berhamburan menyelamatkan diri. Polisi yang berada di sekitar lokasi langsung mengarahkan masyarakat menjauh.

2. Memperketat penjagaan

Setelah memerintahkan masyarakat menjauh dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung mensterilkan lokasi. Petugas juga segera memberikan pertolongan medis kepada para korban.

Polisi kemudian memperketat penjagaan di sekitar TKP. Mereka menutup seluruh akses masuk menuju Mapolrestabes Medan, termasuk menutup sementara pelayanan kepada masyarakat.

3. Enam orang terluka dan empat kendaraan rusak

Akibat teror bom bunuh diri ini, enam orang menjadi korban. Masing-masing adalah Kompol Sarponi, kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan, luka robek bokong sebelah kanan; Kompol Abdul Mutolip, kasi Propam Polrestabes Medan, luka tangan kanan robek.

Lalu Bripka Juli Chandra, brigadir Si Propam Polrestabes Medan, telinga kanan tidak bisa mendengar; Aipda Deni Hamdani, brigadir Si Propam Polrestabes Medan, luka terkena serpihan.

Kemudian Ricard Purba PHL, bagian Ops Polrestabes Medan, luka memar di wajah dan lengan; serta Ihsan Mulyadi, mahasiswa, luka di pinggul kiri terkena serpihan.

Sementara itu tiga kendaraan dinas Polrestabes Medan mengalami pecah-pecah terkena ledakan bom. Lalu satu kendaraan pribadi rusak.

4. Pelaku diduga mitra ojek online

Identitas pelaku masih didalami oleh petugas kepolisian. Saat ledakan terjadi, pelaku disebut-sebut masuk ke Mapolrestabes Medan dengan mengenakan jaket mitra ojek online.

VP Corporate Affairs Gojek Michael Say mengatakan pihaknya melakukan pengecekan identitas untuk memastikan pelaku mitranya atau sekadar mengenakan atribut ojol.

"Sedang kami cek ya," katanya ketika dikonfirmasi Okezone, Rabu 13 November 2019.

Ia mengatakan pihaknya bakal menjelaskan lebih detail serta memperbarui informasi jika menemukan identitas pelaku.

5. Polisi ungkap identitas pelaku

Polri resmi merilis identitas pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN) yang berstatus pelajar atau mahasiswa.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan identitas itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari oleh Tim Inafis Polri.

"Sidik jari identifikasi pelaku atas nama RMN usia 24 tahun. Kemudian lahir di Medan. Statusnya pelajar atau mahasiswa," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

6. Pelaku gunakan bom pinggang

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bomber di Mapolrestabes Medan menggunakan bom pinggang saat melancarkan aksinya.

"Ada baterai, pelat besi metal, kemudian ada sejumlah paku, banyak. Ada beberapa irisan kabel itu akan didalami. Ada potongan tombol switch on-off," paparnya.

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih melakukan penyelidikan di TKP. Diamankan juga beberapa barang bukti usai ledakan.

Polisi berjaga di Mapolrestabes Medan usai ledakan bom bunuh diri. (Foto: Stepanus Purba/iNews.id)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini