nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Munas Berujung Voting Bisa Bahaya bagi Keutuhan Partai Golkar

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 15:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 13 337 2129372 jika-munas-berujung-voting-bisa-bahaya-bagi-keutuhan-partai-golkar-GLPtEpG4gT.jpg ilustrasi

JAKARTA - Ketua DPD Golkar Bangka Belitung (Babel), Hendra Apollo mengatakan mendekati Munas yang digelar pada tanggal 4 dan 5 Desember 2019 di Jakarta, dia kekhawatiran terajadinya perpecahan di partai berlambang pohon beringin itu.

Hendra pun menyatakan, solusi untuk menghindari perpecahan dan menjaga keutuhan Partai Golkar adalah pemilihan ketua umum pada Munas dilakukan secara aklamaasi atau musyawarah mufakat.

"Penetapan ketua umum harus dilakukan secara aklamasi. Harus bisa! Kalau tidak aklamasi, ya, musyawarah mufakat. Itu memang jalan terbaik. Kalau sampai ke acara pemilihan, pastinya dengan pemungutan suara, itu bahaya! Voting berpotensi mengancam keutuhan partai. Saya khawatirkan partai akan kembali pecah, bahkan mungkin saja akan lahir partai baru," papar Hendra Apollo saat dihubungi Rabu (13/11/2019).

(Foto : Istimewa)

Provinsi Babel, sambungnya, punya delapan suara. Hendra mengatakansemunya solid mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali menjabat Ketua Umum. "Kita perjuangkan aklamasi atau musyawarah mufakat untuk Pak Airlangga Hartarto," kata Hendra Apollo.

"Sikap seluruh voter atau pemilik suara di Babel sudah jelas. Kami solid untuk aklamasi atau musyawarah mufakat. Pilihannya hanya dua itu, kalau tidak aklamasi ya musyawarah mufakat. Kalau memungkinkan sikap Babel ini akan saya sampaikan di Rapimnas," papar Hendra Apollo yang juga Wakil Ketua DPRD Babel.

Untuk diketahui, Rapimnas Partai Golkar digelar pada 14-15 November, menjadi mekanisme wajib bagi partai berlambang pohon beringin sebelum perhelatan munas. Rapimnas diikuti seluruh pengurus DPP Partai Golkar dan pimpinan DPD tingkat I Partai Golkar dari seluruh Indonesia.

Baca Juga : Mahfud MD : Masyarakat Jangan Terlalu Nyinyir ke Pemerintah

Selain mengesahkan jadwal pelaksanaan Munas Golkar kepada seluruh jajaran yang hadir, Rapimnas juga membahas persiapan gelaran Pilkada serentak tahun 2020. Golkar harus mempersiapkan pelbagai langkah dan strategi untuk menghadapi gelaran tersebut.

"Kita bersama-sama membahas langkah-langkah strategis apa yang diambil Golkar untuk menghadapi pilkada serentak tahun depan. Pastinya kita menginginkan kemenangan di Pilkada 2020, bagi kader-kader Golkar di daerah. Kemenangan kader-kader partai itu dimungkinkan jika kita tetap solid, baik di pusat maupun daerah. Nah, kalau pusat terancam perpecahan, bagaimana kita bisa bicara kemenangan-kemenangan di pilkada serentak tahun depan?" tuturnya.

Hendra menilai situasi menjelang munas tahun ini kurang kondusif. Friksi-friksi kian menguat. Dia juga menyebut, tidak menafikan kemungkinan adanya politik uang. "Bagaimana tidak? Kalau calonnya lebih dari satu, bisa saja. Sekarang, selain Pak Airlangga dan Pak Bambang Soesatyto, juga Pak Agus Gumiwang Kartasasmita dan Pak I Indra Bambang Utoyo," kata dia.

"Ketika Pak Airlangga berkunjung ke Babel sekitar empat bulan lalu saya sebenarnya sudah mengusulkan agar penetapan ketua umum di munas diarahkan pada aklamasi. Itu empat bulan lalu, sekarang sepertinya sulit, calonnya lebih dari satu," imbuhnya.

Walau demikian, Hendra Apollo juga mengutarakan keyakinannya bahwa kader-kader Partai Golkar sudah dewasa untuk mencermati dinamika yang terjadi dan ancaman perpecahan. "Sejarah membuktikan bahwa Golkar selamat dari konflik sebesar apa pun. Saya masih percaya itu. Golkar itu partai besar," katanya.

Hendra Apollo mengingatkan juga bahwa peristiwa akbar dari Partai Golkar seperti munas ini tentunya menjadi pusat perhatian dari partai-partai lainnya, yang sejatinya adalah pesaing Golkar. Mereka menantikan momen-momen yang terjadi dari munas nanti.

"Jangan sampai kader-kader partai lain menari-nari di balik penderitaan kita," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini