nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa M 5,1 di Maluku Rusak Mal hingga Masjid, 1 Orang Meninggal

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 08:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 13 337 2129147 gempa-m-5-1-di-maluku-rusak-mal-hingga-masjid-1-orang-meninggal-SUa9yfTdLt.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Gempa dengan magnitudo 5,1 yang terjadi di Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Selasa 12 November pukul 19.10 WIT tadi malam, menimbulkan kerusakan beberapa bangunan di Kota Ambon.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku melaporkan, Rabu (13/11/2019), dampak kerusakan pada bangunan di beberapa titik.

Dampak kerusakan dalam kategori rusak ringan yang telah diidentifikasi di lapangan adalah Rumah Susun Waiheru di Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Gedung Maluku City Mall, dan masjid di Gunung Malintang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Di samping kerusakan bangunan, goncangan juga menyebabkan monumen patung Leo Leimena rusak. Monumen tersebut berlokasi di Kecamatan Baguala, Kota Ambon,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis diterima Okezone.Ilustrasi

BPBD Maluku melaporkan satu orang meninggal dunia karena serangan jantung pascagempa. Korban diduga mengalami serangan jantung setelah kaget dengan goncangan gempa yang dirasakan di Kota Ambon pada IV MMI. Korban meninggal atas nama Ibrahim Bugis yang tinggal di Tantui Kampung Jawa, Kota Ambon.

Gempa sempat menimbulkan kepanikan warga, khususnya mereka yang dirawat di RS GPM Ambon.

Merespon kondisi tersebut, BPBD Kota Ambon berinisiasi untuk mendirikan tenda di sekitar rumah sakit. Upaya lain, BPBD provinsi terus melakukan koordinasi dengan tiga wilayah yang sebelumnya terdampak gempa, yaitu Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Sebelumnya BMKG melaporkan gempa dengan M 5.1, dengan lokasi 16 km selatan Kairatu-Seram Bagian Barat, 30 kilometer arah timur laut Ambon. Gempa berkedalaman 10 kilometer.

Sementara itu, terkait percepatan penanganan darurat bencana di wilayah Provinsi Maluku, BNPB berkoordinasi dengan pemerintah daerah terdampak pada Selasa kemarin di Kantor Wali Kota Ambon.

Koordinasi tersebut membahas rencana pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) dan cash for work. BNPB meminta pemberian bantuan tersebut harus dilakukan secara akuntabilitas harus terencana serta tersampaikan kepada warga terdampak. DTH hanya diberikan bagi mereka yang rumahnya rusak berat. Sambil menunggu hunian tetap, warga akan mendapatkan kompensasi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan terhadap ekonomi warga.

Sedangkan cash for work(cw), bantuan ini diberikan sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi warga terdampak. Warga penerima cw harus terdaftar sebagai penerima bantuan yang kondisi rumahnya rusak berat, rusak sedang, rusak ringan dan permintaan pendampingan TP4D oleh pemda setempat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Sekkot Ambon dan Camat di wilayah terdampak bencana Kota Ambon (Camat Sirimau, Camat Nusa Niwe, Camat Baguala, Camat Teluk Ambon dan Camat Leitimur Selatan).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini