nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ICW Duga Konsep Dewan Pengawas Bentuk Intervensi Hukum di KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 09:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 13 337 2129125 icw-duga-konsep-dewan-pengawas-bentuk-intervensi-hukum-di-kpk-Ry27QxlYsD.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Indonesian Corruption Watch (ICW) secara tegas menolak adanya konsep Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ICW menduga kehadiran dewas merupakan bentuk intervensi hukum dari pemerintah terhadap kasus-kasus di KPK.

"‎Kehadiran dewan pengawas dikhawatirkan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap proses hukum yang berjalan di KPK. Sebab, dewan pengawas dalam UU baru KPK dipilih oleh presiden‎," kata peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, kepada Okezone, Selasa 12 November 2019.

Baca juga: ICW: Siapa pun yang Jadi Dewan Pengawas, KPK Sudah "Mati Suri" 

Dia mengatakan, KPK merupakan lembaga independen yang seharusnya tidak mengenal konsep dewas. Lagipula, jelas Kurnia, sudah ada lembaga seperti DPR, BPK, dan presiden yang mengawasi kinerja KPK.

ICW. (Foto: Dok Okezone)

"Dalam UU lama KPK sudah ditegaskan bahwa KPK diawasi oleh beberapa lembaga, misalnya BPK, DPR, dan presiden. Lalu pengawasan apa lagi yang diinginkan oleh negara?" ucapnya.

Baca juga: Ketimbang Gaduh Dewan Pengawas Lebih Baik Fokus Perppu KPK 

ICW pun menilai sejumlah poin yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, termasuk adanya konsep Dewas, untuk melemahkan KPK. ‎Hal itu terlihat dari kinerja KPK belakangan ini usai diberlakukannya UU yang baru.

"Pelemahan demi pelemahan terhadap KPK semakin menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR memang tidak menginginkan negeri ini terbebas dari korupsi," ungkapnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini