Tunggu Salinan Putusan Bebas Sofyan Basir, KPK Belum Ajukan Kasasi

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 13 November 2019 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 13 337 2129089 tunggu-salinan-putusan-bebas-sofyan-basir-kpk-belum-ajukan-kasasi-rkMkBYU3xH.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya belum mengirim memori kasasi terkait putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang memvonis bebas mantan direktur utama PT PLN, Sofyan Basir.

Febri menyatakan memori kasasi belum diserahkan karena pihaknya belum menerima salinan putusan bebasnya Sofyan Basir.

Baca juga: Hakim Bebaskan Sofyan Basir, Begini Respons KY 

"Belum mengirim memori kasasi terkait putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang membebaskan mantan direktur PT PLN, Sofyan Basir," kata Febri, Selasa 12 November 2019.

Sofyan Basir. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

"Tadi saya cek ke jaksa penuntut umum, kami belum menerima salinan putusan secara lengkap. Sebenarnya untuk pernyataan kasasi itu kan ada batas waktu 14 hari, jadi paling lambat sebelum 18 November. Tentu kami akan menyampaikan sikap kasasi itu secara resmi sekaligus juga proses lebih lanjut adalah menyerahkan memori kasasinya," sambung dia.

Baca juga: Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK: Ada Bukti-Bukti yang Belum Dipertimbangkan Hakim 

Febri menjelaskan, salinan putusan tersebut sangat dibutuhkan, sebab KPK masih perlu mengidentifikasi keputusan hakim.

"Kami perlu menunggu salinan putusan tingkat pertama itu, termasuk kami perlu mengidentifikasi lebih lanjut bahwa putusan bebas yang kemarin bukan bebas murni, misalnya karena ada beberapa fakta yang tidak dipertimbangkan hakim dalam tahap pertama ini," terang dia.

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin 4 November 2019 memberikan vonis bebas kepada Sofyan Basir. Ia dinyatakan tidak terbukti memfasilitasi praktik suap yang dilakukan Johanes Budisutrisno Kotjo kepada politikus Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham terkait proyek PLTU Riau-1.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini