nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Pekan Depan Periksa Putra Menkumham Yasonna Laoly

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 02:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 337 2129086 kpk-pekan-depan-periksa-putra-menkumham-yasonna-laoly-SjhpnKaCUN.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Dok Okezone/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Yamitema T Laoly, putra Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, pada Senin 18 November 2019 atau pekan depan. Pemanggilan ulang dilakukan setelah Yamitema berhalangan hadir.

"Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang pada hari Senin 18 November di Gedung KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa 12 November 2019.

Baca juga: Ini Alasan Mangkirnya Anak Menkumham saat Pemeriksaan di KPK 

Yamitema sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap wali kota nonaktif Medan, Tengku Dzulmi Eldin, pada Senin 11 November, namun tidak hadir.

"KPK telah menerima surat dari saksi Yamitema T Laoly yang pada prinsipnya menyampaikan tidak dapat menghadiri pemeriksaan kemarin karena belum menerima surat yang dikirimkan KPK ke rumah di Medan," tutur Febri.

Baca juga: KPK Panggil Ulang Anak Menteri Yasonna Terkait Kasus Suap 

Sebagaimana diketahui, KPK akan memeriksa Yamitema dalam kasus suap wali kota nonaktif Medan, Tengku Dzulmi Eldin. Yamitema bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas PUPR Medan, Isa Ansyari.

Adapun KPK telah menetapkan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) sebagai tersangka suap terkait proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kata Medan pada 2019.

Selain Dzulmi, KPK menetapkan dua tersangka lain yaitu Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari (IAN); dan Kapala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Baca juga: Istri Wali Kota Nonaktif Medan Bungkam Usai Diperiksa KPK 

Tengku Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

Sebagai pihak yang diduga menerima, Tengku Dzulmi Eldi dan Syamsul Siregar disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Istri Wali Kota Medan Dicecar KPK soal Pelesiran ke Jepang 

Kemudian selaku terduga pemberi suap, Isya Ansyari disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini